KPM Keluhkan Kualitas Program Beras BPNT

- Redaksi

Selasa, 4 September 2018 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: ilustrasi

i

foto: ilustrasi

RJN, Indramayu– Program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Indramayu dikeluhkan oleh masyarakat. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT mengaku, kualitas barang yang disalurkan melalui e-warung tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Wangid warga desa majasari Kecamatan Sliyeg mengeluhkan kualitas beras yang diterima tidak sesuai dengan harga. “Harga beras merupakan harga beras premium,namun yang diterima hanya beras kualitas medium,”kata dia.

Baca Juga :  AMC Bersatu Turun ke Jalan Tolak RUU HIP di Gedung DPRD Kota Cirebon

Keluhan warga soal kualitas beras di e warung ini disampaikan saat kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Indramayu,Abdul Rohman. Beras medium sendiri harganya berkisar Rp9-Rp10 ribu per kilogram. Sementara beras premium harganya antara Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram.

Meski kualitasnya berbeda namun jumlah kuantitas beras yang disalurkan tetap sama yakni 7 kg. Selain soal kualitas beras, keluhan juga datang dari pemilik e warung. Kerjasama pengadaan beras dan telor yang dilakukan antara e warung dengan PD BWI dinilai merugikan.

Baca Juga :  Kapolsek Gantar Gelar Buka Bersama Tokoh Masyarakat dan Agama

“Kalau bisa, e warung mengambil beras dan telor ke distributor mana saja, tidak dibatasi hanya dengan PD BWI,”kata pemilik e warung di desa malangsari Kecamatan Bangodua yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Kapolda Jawa Barat Berikan Cinderamata kepada Korem 063/SGJ

Ia yakin dengan bebas memilih distributor pemasok pangan BPNT, e warung bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. “Kalau bebas memilih pemasok BPNT, e warung bisa mendapatkan keuntungan diatas Rp10 ribu,”ujarnya.

Jumlah itu lebih besar dibandingkan dengan melakukan kerjasama dengan PD BWI. Seperti diketahui mayoritas e warung bekerjasama dengan PD BWI sebagai rekanan dalam pengadaan pangan BPNT di Kabupaten Indramayu.(gie/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Bekasi Kejar Target Pajak Rp3,8 Triliun untuk Dukung Pembangunan
Bapenda Kabupaten Bekasi Optimistis Capai Target PAD 2026, Gencarkan Penggalian Potensi Pajak
Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi Prioritaskan Pembahasan Raperda Desa dan Kepariwisataan
Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs
Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII
Wali Kota Bekasi Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas, Kini Cukup Satu Mobil Bersama Staf
Pemkab Bekasi dan DPRD Sepakati Dua Raperda Strategis Jadi Perda
Jakarta Fair 2026 Dibuka, Pramono Sebut Tahun Ini Spesial Jelang 500 Tahun Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kabupaten Bekasi Kejar Target Pajak Rp3,8 Triliun untuk Dukung Pembangunan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:00 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Optimistis Capai Target PAD 2026, Gencarkan Penggalian Potensi Pajak

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:32 WIB

Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi Prioritaskan Pembahasan Raperda Desa dan Kepariwisataan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:16 WIB

Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:10 WIB

Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII

Berita Terbaru