Karsono: 70% Sudah Tersedot Angkutan Online

- Redaksi

Kamis, 14 September 2017 - 17:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terjadinya kesepakatan antara Walikota Cirebon Nasrudin Azis, Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suriono, Sekretaris Organda Kota Cirebon Karsono, dan perwakilan dari angkutan kota, untuk tidak melakukan aksi apapun selama kegiatan FKN yang akan berlangsung.

Pertemuan akan kembali dilanjutkan secara komprehesif setelah berlangsungnya acara FKN di Cirebon.

Karsono menjelaskan, bahwa pengambil kebijakan berada di tangan walikota. Dia mengaku sekitar 70% sudah tersedot angkutan online, karena sudah ditunggu-tunggu sama masyarakat, nyaman, aman, murah, dan pengemudinya bau wangi.

“Demo kali ini karena belum ada keputusan secara konkrit. Yang diterima baru kebijakan-kebijakan saja. Kita seperti dininabobokan. Padahal yang kita tunggu itu yang ilegal (angkutan online, red) mau gak berhenti nunggu legal,” ungkapnya saat ditemui awak media usai menandatangani surat kesepakatan di Balai Kota Cirebon hari Kamis (14/9).

Dia menegaskan kenapa yang legal berhenti. Artinya belum puas dengan kebijakan pemerintah. Menurutnya, lima tahun ke depan angkot akan terkikis usia, tidak bisa bertahan melayani masyarakat.

Baca Juga :  Ini Dia, Komentar Bamunas Terkait Angkutan Online....Cirebon

“Yang punya mobil bagus, tertolong oleh bisnis aplikasi ditambah bonus-bonus. Kalau dari narik gak tertutup buat bensin, setoran atau kebutuhan. Cuman diiming-imingi bonus. Sistem kapitalis ini yang artinya menghasilkan uang sekian detik sekian rupiah,” tuturnya.

Karsono menjelaskan bahwa angkutan konvensional tidak bisa bersaing, karena angkot modalnya berbeda. Angkot saja tidak mampu meremajakan dii karena usia. “Bagaimana untuk memperbaiki angkotnya, apalagi dituntut ber-AC,” jelasnya.

Baca Juga :  Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Dia memaparkan, bahwa perusahaan taksi yang di Cirebon sudah tutup. Di bandung bahkan 10-15 perusahaan yang tutup.

“Kita hanya minta sama-sama legal dulu. Yang gak legal enak di sana.
Setelah sama-sam legal baru pembagian porsi. Kita dibebani biaya perizinan, mereka tidak,” harapnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Berita Terbaru