Siswa SMK Negeri 1 Lemahabang Berdemo Tuntut Kejelasan Dana Sumbangan

- Redaksi

Rabu, 22 November 2017 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Siswa SMK Negeri 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon melakukan aksi unjuk rasa damai di halaman sekolah hari Rabu (22/11), dengan membawa alat peraga poster yang berisikan kekecewaan atas ketidakjelasan rincian sumbangan hingga jutaan rupiah,

Fahrul Rozi salah seorang perwakilan pendemo dari siswa SMK Negeri 1 Lemahabang mengatakan jika aksi ini merupakan bentuk ketidakpuasan tentang transparansi keuangan dari dana sumbangan para siswa yang dikelola sekolah. Kita, sampai hari ini rincian pengguna dana partisifasi tidak jelas. Bahkan untuk kartu UTS pun ditahan apabila siswa belum membayar sumbangan Dana Partisifasi.

“Kami ingin ada pengurangan dana partisifasi dari 1.6 Juta ke nominal yang sama seperti tahun kemarin yang hanya 750 ribu, karena sampai hari ini tidak jelas rincian dari penggunaan dana sumbangan dari siswa. Bahkan untuk mengambil kartu UTS pun ditahan jika belum membayar sumbangan,” jelasnya saat ditemui awak media.

Baca Juga :  SMA Negeri Terbaik Cirebon Ini Adakan Harlah ke 55 Tahun

Ditambahkan Fahrul, keinginan dari para siswa di SMK Negeri 1 Lemahabang ingin adanya pengurangan Dana Partisifasi karena dari tiga poin yang dijelaskan pihak sekolah tidak masuk akal, seperti gaji untuk guru honorer dibebankan pada siswa, padahal sekolah tersebut bukan swasta. Selain itu jumlah siswa di sana mecapai 1.700.

“Ada tiga poin yang kami anggap tidak relevan, karena sekolah ini negeri. Salah satu poin itu untuk menggaji guru honorer dibebankan pada Siswa,” tuturnya.

Wiryo Santoso selaku kepala sekolah SMK Negeri 1 Lemahabang mengatakan jika tuntutan dari siswa itu harus dirapatkan terlebih dahulu dengan komite sekolah, karena Dana Partisifasi merupakan hasil musyawarah komite dan orang tua murid yang telah disepakati pada awal tahun pelajaran.

Baca Juga :  Organda Cirebon Ancam Somasi Grab dan Uber Online

“Saya tidak berwenang mengambil keputusan dalam hal ini, karena Dana Partisifasi merupakan hasil musyawarah komite dan orang tua murid,” jelasnya di ruang kantornya seusai menemui siswa yang mendemo.

Masih menurut Wiryo, apabila tuntutan siswa untuk pengurangan dana partisifasi disetujui oleh Rapat Komite, maka jelas akan berdampak pada berkurangnya mutu atau kualitas pendidikan di SMK Negeri 1 Lemahabang. Karena menurut standard, biaya untuk SMK yaitu Rp 4,5 juta persiswa sedangkan bantuan dari pemerintah hanya Rp 1,9 juta.

“Harus dipahami bahwa Dana Partisifasi ini merupakan usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, karena dana dari BOS Pusat hanya Rp 1,4 juta dan BOS Provinsi hanya Rp 500 ribu, padahal standard Nasional di angka Rp 4,5 juga, dan di sekolah ini dari 1.700 siswa juga ada 20% siswa miskin yang digratiskan,” tuturnya.

Baca Juga :  Koramil Harjamukti Dampingi Petani Jagung Tingkatkan Produktivitas

Ditambahkan Wiryo, untuk pengurangan dana sumbangan tidak berwenang untuk memutuskan, karena menyalahi aturan. Sebab, sumbangan Dana Partisifasi sudah tertuang dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2017, sehingga yang berwenang itu Komite Sekolah.

“Dana Partisifasi sampai saat ini baru masuk 30% saja, sehingga dalam pengajuan RKAS ke Dinas Pendidikan Provinsi belum dimasukan secara rinciannya, karena belum terkumpul semua dari Dana Partisifasi masyarakat untuk meningkatkan Mutu Pendidikan yang sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2017 tentang Komite Sekolah,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah
Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun
Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun
Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!
Wakil Wali Kota Bekasi Pantau Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS dan Pembelajaran Berjalan Lancar

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:08 WIB

Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:39 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:30 WIB

Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun

Berita Terbaru

Atlet balap sepeda Kota Bekasi, Dharmawan Bekti, berhasil meraih podium pertama nomor Criterium Men Youth Jawa Barat pada Bupati Bogor Cup 2026 di Pakansari, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Bogor

Dharmawan Bekti Naik Podium, Bekasi Bidik Emas Porprov

Sabtu, 8 Agu 2026 - 21:12 WIB

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB

Peserta Fashion Show Gebyar Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bekasi tampil mengenakan busana bernuansa budaya Nusantara di atas catwalk. Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal Kabupaten Bekasi.

Lainnya

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:46 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada atlet Peparpeda saat membuka ajang olahraga pelajar disabilitas di Kota Bekasi.

Olahraga

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Kamis, 6 Agu 2026 - 14:00 WIB