Junarsih: Pencetakan E-KTP bukan Tugas Kecamatan

oleh -

RakyatJabarNews.com‘Kemampuan mendengar haruslah sebaik kemampuan berbicara’, itulah sebuah adagium tentang model kepemimpinan hari ini. Pemimpin dinilai harus peka terhadap persoalan rakyatnya. Pemimpin juga harus mampu menyerap apa yang jadi harapan dan kehendak masyarakatnya. Maka tak ada cara lain, dengan mendengarkan aspirasi rakyat adalah kuncinya.

Hal itulah yang tengah dijalankan Camat Rawalumbu, Dra. Junarsih, M.Si. Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakatnya, beliau menggagas sebuah program kerja kecamatan yang dihadiri oleh seluruh aparatur tingkat kelurahan, kecamatan, BPTB, hingga UPTB.

“Bahkan sewaktu-waktu itu termasuk kepala sekolah diikutsertakan. Tapi tidak setiap hari Selasa kalau kepala sekolah, hanya diwakili UPTB saja. Intinya, mengevaluasi program kegiatan selama satu minggu. Kemudian yang keduanya mengkoordinasikan apabila ada program-program yang harus disinergikan,” ungkapnya kepada RakyatJabarNews.com di kantor Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (18/7/2017).

Kepala Camat Rawalumbu Kota Bekasi, Dra. Junarsih, M.Si

“Upaya buat ke depannya, yang pasti evaluasi yang lalu dan berikutnya bagaimana untuk besok-besoknya. Jadi apa-apa yang kurang kita perbaiki, apa-apa yang sudah bagus kita tingkatkan lagi, kalau bisa kita berinovasi, itu saja,” jelasnya.

Soal disinggung tentang E-KTP, beliau tidak bisa mengomentari urusan pusat. Karena, pihak kecamatan hanya bertugas untuk menggiring warga saja untuk perekaman bagi yang belum mempunyai E-KTP pemula, seperti anak sekolah berusia 17.

“Kita jaring supaya mereka diarahkan dalam perekaman. Kalau urusan blanko bukan urusan kita. Kita sih tugasnya, alhamdulillah kalau blankonya sudah ada, setelah direkam, lalu kita kasih, kan lebih enak. Kalau di sini kan tidak nyetak. Jadi tugas kita cuma rekam. Nyetaknya di kota. Nanti nama-nama yang sudah direkam kita laporkan, nanti dari sana turun nama-nama ini, lalu dibagikan. Tapi kan masyarakat tidak tahu, dikiranya dicetaknya di sini,” terangnya.

“Sebagian besar RT RW sudah tahu. Kan tidak mungkin kalau kita langsung face to face ke penduduk. Buat apa kan ada RT ada RW, kepanjangan tangan dari kita,” tutupnya. (Zis/Advetorial/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.