Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi lewat Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) langsung bertindak cepat usai robohnya jembatan penghubung antara Perumahan Permata Regensi dan Kampung Buek, Rabu (14/05/2025).
Sekretaris Dinas SDA-BMBK, Denny Rusnandi, mengungkapkan, alat berat excavator telah dikerahkan untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat Kali Srengseng dan membongkar konstruksi jembatan yang rusak.
“Alat berat sudah bekerja beberapa hari membersihkan badan sungai dan mengangkut sampah. Kami akan membangun kembali jembatan sesuai anggaran yang tersedia,” ujar Denny.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah berikutnya adalah pemasangan Steel Sheet Pile (SSP) untuk memperkuat tanggul bantaran sungai di sisi kanan Kali Srengseng. Jembatan baru nantinya akan difokuskan untuk akses kendaraan roda dua agar mobilitas warga tetap lancar.
Sebelumnya, hujan deras meningkatkan debit air Kali Srengseng, sementara sampah dan ranting menyumbat aliran di bawah jembatan. Akibatnya, jembatan ambruk setelah mengalami pergeseran dini hari Rabu.
Sekretaris Kecamatan Cibitung, Sarkum, menyatakan Muspika sudah meninjau kondisi jembatan sehari sebelum roboh dan mengonfirmasi alat berat dari Dinas Lingkungan Hidup dan SDA-BMBK dikerahkan segera setelah kejadian.
“Jembatan ini merupakan jalur alternatif warga RW 16 Permata Regensi menuju RW 22 Desa Sumber Jaya. Kami berharap pembangunan jembatan baru segera diprioritaskan demi kelancaran akses warga,” kata Sarkum.
Ia juga berharap hasil tinjauan bersama Sekda dan DPRD segera ditindaklanjuti agar konstruksi jembatan kedepannya tahan terhadap penyumbatan sampah.(*)










