Jawa Barat Menjadi Provinsi Pertama yang Menerapkan Sekolah Ramah Anak

- Redaksi

Sabtu, 23 Desember 2017 - 09:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bandung – Provinsi Jawa Barat berharap provinsinya menjadi daerah pertama yang menerapkan sekolah ramah anak di seluruh Kab/Kotanya. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dalam launcing Sekolah ramah anak (Sekolah tanpa kekerasan SMA terbuka, dan SMK PJJ) Tahun 2017, di Gedung Bhayangkara, Kota Bandung, Kamis (21/12/2017).

“Sebagai salah satu contoh penerapan sekolah ramah anak adalah, jika masih ada Kepsek atau guru yang merokok di sekolah laporkan dan akan langsung dipecat,” tegas Aher.

Sekolah khususnya SMA/SMK di Jabar akan mendapatkan buku panduang tentang penerapan sekolah ramah anak itu mulai tahun 2018 ini. Oleh karenannya Aher mengaku optimistis seluruh SMA/SMK dan juga Sekolah Terbuka di Jawa Barat mampu merealisasikan sekolah ramah anak. Hal ini, dilakukan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang berkualitas.

“Tentu ini akan dilaksanakan bertahap, tapi saya bilang ke Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Ahmad Hadadi), kita ciptakan seluruhnya (SMA/SMK sederajat) di Jabar menjadi sekolah ramah anak,” tambah Aher.

Menurut Aher, sekolah, kata dia, saat ini bukan hanya tempat transfer pengetahuan dan transfer keterampilan dari guru ke murid saja. Pada saat yang sama juga sekolah harus menjadi tempat dimana terjadi transfer nilai yang didalamnya terkandung moral dan akhlak oleh guru ke murid. Agar, sekolah di Jabar punya keunggulan, paling tidak keunggulan moral.

“Karena itu tidak terkait sarana prasarana dan teknologi, moral itu dibutuhkan kecanggihan sikap dan perilaku,” katanya.

Baca Juga :  Demiz Membuka Gelar Teknologi Tepat Guna tingkat Jabar Ke-VII

Aher menilai, kualitas belajar mengajar muaranya tetap ada pada kualitas guru di sekolah. Karena ia menyadari, dengan guru yang berkualitas akan menciptakan suasana yang nyaman dan tentram pada siswa, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan dan juga nilai akan berjalan efektif.

Selain itu, kata dia, dengan diresmikannya sekolah terbuka ini, ia meyakini, akan mampu menampung anak didik lebih besar lagi. Jika sebelumnya ada anak usia sekolah yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam bangku sekolahan, maka dengan sekolah terbuka, akan sangat memungkinkan menampung lebih banyak peserta didik.

“Nanti sekolah negeri atau swasta akan menjadi induk dari sekolah terbuka ini, tenaga pengajarnya juga akan dilakukan dari guru yang mengajar di sekolah induk,” katanya.

Baca Juga :  Tentang Festival Keraton Nusantara ke XI di Cirebon, ini Kata Aher

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, saat ini lebih dari 36 ribu peserta didik sudah bersekolah di sekolah terbuka. “Tiga puluh enam ribu itu sudah proses belajar mengajar, sudah satu semester, bahkan sudah dibagi rapot,” katanya.

Hadadi mengatakan, pihaknya secara bertahap akan merealisasikan sekolah ramah anak. “Kami sudah membagikan buku pedoman kepada setiap sekolah, tentang bagaimana penyelenggaraan sekolah ramah anak yang baik. Nanti semua sekolah akan mendapatkannya, isinya tentang bagaimana cara guru dan murid dalam aktifitas belajar mengajar yang ramah anak,” terangnya.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
PERSIB U15 Kembali Bawa Pulang Gelar Juara Nasional Piala Soeratin 2026
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini
Asep Surya Atmaja Sentil Kinerja ASN: APBD Jangan Hanya Habis di Atas Kertas
Asep Surya Atmaja Bidik Berobat Gratis untuk Seluruh Warga Bekasi Mulai 2027
Lantik Bupati Bekasi Definitif, Dedi Mulyadi Targetkan Jalan Rusak Tuntas pada 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:16 WIB

PERSIB U15 Kembali Bawa Pulang Gelar Juara Nasional Piala Soeratin 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Berita Terbaru