IRT Ikuti Workshop Pengolahan Barang Bekas

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Ciamis – Puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan anggota PPK di Desa Mar­galuyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis me­ngi­kuti kegiatan workshop Pe­ngolahan barang bekas menjadi kerajinan tangan di SMP Negeri 1 Cikoneng yang diselenggarakab oleh pengelola ritel modern Jumat (20/10) kemarin.

Salah seorang narasumber workshop Arigami me­nga­takan barang bekas yang sudah tidak difungsikan kembali, ternyata bisa diolah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat.

”Botol plastik bekas yang biasanya tidak dipakai lagi, kini bisa dikumpulkan kemudian dibuat menjadi kerajinan atau souvenir cantik. Caranya cukup mudah karena menggunakan bahan sederhana,” ujarnya.

Limbah plastik seperti botol plastik bekas, sedotan, tali plastik atau pun kantong kresek bisa diolah menjadi kerajinan seperti dijadikan bentuk udang untuk umpan pancing, membuat mainan anak ataupun souvenir untuk pernikahan.

Karena barang bekas atau sampah banyak sekali ditemukan, sehingga setelah diolah kembali menjadi kerajinan dengan berbagai model, seperti botol plastik bekas bisa menjadi barang bernilai ekonomis. Nantinya, hasil dari barang tersebut bisa menjadi penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga.

Salah seorang IRT, Imas mengaku senang dengan adanya pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi kerajinan atau barang yang memiliki nilai ekonimis ini. Menurutnya, sangat bermanfaat untuk kedepannya dengan mengelola limbah plastik yang ada di sekitar untuk kemudian hasilnya bisa dijual.

”Saya sangat senang ikut pelatihan dari alfamart. Semoga kegiatan ini terus berkelanjutan dan sangat bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Branch Manager Alfamart Bandung Yosia Andika Pakiding mengatakan kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perudahaan kepada masyarakat sekitar Kecamatan Cikoneng, dengan harapan masyarakat bisa memiliki kemampuan mengolah barang bekas menjadikannya barang bernilai ekonomis.

Selain itu, kegiatan mengolah limbah menjadi barang bernilai ekonomis ini sebagai upaya dalam menumbuhkan jiwa kemandirian dan kewirausahaan melalui pengembangan kemampuan keterampilan bagi masyarakat.

”Semoga pelatihan ini menjadikan ibu rumah tangga lebih kreatif dan menjadi wirausahawan apabila sudah mahir baik dalam produksi maupun pemasarannya,” pungkasnya.(asp/RJN)

Comment