KOTA BEKASI – Kegiatan Gebrak Pasar (Gerakan Belanja ke Pasar) yang melibatkan jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi mencatat total transaksi sebesar Rp129.906.350 di Pasar Baru Bekasi, Jumat (2/10/2026).
Transaksi tersebut berasal dari partisipasi 869 ASN dari 44 perangkat daerah dan kecamatan yang berbelanja berbagai kebutuhan di Pasar Baru Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Gebrak Pasar merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus mendukung keberlangsungan pedagang pasar rakyat dan pelaku UMKM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin membangun kebiasaan baru, agar belanja kebutuhan sehari-hari juga dilakukan di pasar rakyat. Ketika masyarakat dan ASN hadir berbelanja di pasar, maka uang yang berputar akan langsung dirasakan oleh para pedagang dan pelaku UMKM,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan Gebrak Pasar akan dilaksanakan secara berkelanjutan di sejumlah pasar di Kota Bekasi. Setelah Pasar Baru Bekasi, kegiatan serupa direncanakan berlangsung di Pasar Bantargebang pada bulan berikutnya.
“Ini bukan hanya soal transaksi hari ini, tetapi bagaimana kita menciptakan pergerakan ekonomi yang terus berjalan. Pasar harus kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat,” katanya.
Sejumlah perangkat daerah tercatat menjadi penyumbang transaksi dengan nilai cukup besar. Kecamatan Bantargebang bersama kelurahan mencatat transaksi Rp8.291.150 dari 71 ASN, disusul Sekretariat Daerah Kota Bekasi sebesar Rp7.160.500 dari 33 ASN.
Selanjutnya, Kecamatan Bekasi Timur bersama kelurahan mencatat Rp4.500.000 dari 26 ASN, Kecamatan Bekasi Barat dan kelurahan Rp4.500.000 dari 32 ASN, serta Kecamatan Jatiasih dan kelurahan sebesar Rp4.294.000 dari 34 ASN.
Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan aktivitas pasar rakyat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh pedagang dan pelaku UMKM.
(*)





















