Gangguan Pengaliran di Bogor Utara, Ini Penyebab dan Penanganannya

- Redaksi

Senin, 30 Juli 2018 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bogor– Hampir sebulan ini, sebagian wilayah di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor mengalami gangguan pasokan air bersih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Apa yang sebenarnya terjadi dan apa langkah PDAM mengatasi gangguan itu?

Saat mensosialisasikan rencana pembangunan local reservoir di perumahan Griya Soka di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Jumat (27/7/2018), Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya memaparkan hambatan-hambatan dalam distribusi air bersih ke wilayah Kecamatan Bogor Utara.

“Air ke Bogor Utara dipasok dari Reservoir Cipaku kapasitas 9.000 m3 yang berasal dari aliran Sungai Cisadane. Ketika level Cipaku tidak pada kondisi semestinya, maka daerah di sekitar Bogor Utara akan mengalami gangguan. Terutama di wilayah Cimahpar, Bogor Baru, Griya Soka dan sekitarnya. Mengapa? Karena itu daerah-daerah yang elevasinya lebih tinggi dari reservoir,” papar Deni.

Baca Juga :  Kunjungi Dua Rest Area Jalan Tol Trans Jawa, Menhub Apresiasi Kelancaran Lalin Saat Libur Natal

Sejak sebulan terakhir atau pertengahan bulan puasa lalu, curah hujan di wilayah hulu Sungai Cisadane cenderung rendah. Hal ini mengakibatkan debit air baku ke intake Ciherang Pondok menurun cukup signifikan, dari 1.700 liter perdetik jadi sekitar 1.550 perdetik. Akibatnya, pasokan ke IPA dan Reservoir Cipaku juga menurun.

“Kalau ini (sifatnya) alamiah. Kami hanya berharap hujan turun normal di daerah hulu. Memang beberapa hari terakhir hujan turun di daerah Bogor intensitasnya masih terlalu rendah. Belum cukup baik untuk menambah debit air baku ke Intake Ciherang Pondok,” kata Deni.

Selain curah hujan yang rendah, adanya akumulasi endapan lumpur di sekitar DAM Intake Ciherang Pondok juga menurunkan debit air baku. Sejak tiga pekan lalu, PDAM melakukan pengerukan lumpur di sekitar bendungan, dengan harapan ketinggian level air baku ke intake bertambah. “Alhmadulilah ada penambahan sekitar 20 liter perdetik. Namun itu pun masih belum cukup,” ujar mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Pengawasan Teknik PDAM Kota Bogor itu.

Baca Juga :  Ini Upaya Pemkab Bekasi Atasi Kemacetan Antar Kawasan Industri

PDAM juga telah membersihkan lumpur di bak prasedimentasi intake Ciherang Pondok dan membersihkan saluran pipa transmisi, dengan harapan pasokan air baku ke IPA Dekeng dan Cipaku bisa lebih baik. Pompa sementara di area Intake Cipaku pun sudah dioperasikan. Namun kapasitasnya tidak terlalu besar, 100 liter perdetik.

“Kami baru dapat info bahwa pompa yang kami pesan dari Eropa sedang dalam perjalanan menuju Semarang. Dari semarang lalu dibawa ke Bogor. Jika pompa ini sudah dipasang di Intake Cipaku, insya allah dapat menambah sekitar 300 liter perdetik. Ini untuk meningkatkan pelayanan di wilayah Bogor Utara,” tutur Deni.

Baca Juga :  Atap Bocor dan Plafon Runtuh, Tri Adhianto Tinjau dan Benahi SDN 7 Teluk Pucung

Perusahaan air minum milik Pemkot Bogor ini pun tengah menunggu pembangunan SPAM Katulampa selesai pada akhir September 2018. Proyek Kementerian PUPR kapasitas 300 liter perdetik ini diyakini dapat mengatasi persoalan gangguan pasokan air di wilayah Bogor Utara, sehingga target cakupan 100 persen aksi air bersih di Kota Bogor dapat terpenuhi pada tahun 2019.

PDAM juga telah memasang local reservoir kapasitas 50.000 liter di perumahan de’Botanical Cimahpar dan menyiapkan satu lagi kapasitas 100 ribu liter di perumahan Griya Soka. Untuk penanganan darurat, PDAM juga menyiapkan armada tangki air untuk memasok air bersih saat terjadi gangguan pengaliran. (red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Bekasi Kejar Target Pajak Rp3,8 Triliun untuk Dukung Pembangunan
Bapenda Kabupaten Bekasi Optimistis Capai Target PAD 2026, Gencarkan Penggalian Potensi Pajak
Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi Prioritaskan Pembahasan Raperda Desa dan Kepariwisataan
Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs
Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII
Wali Kota Bekasi Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas, Kini Cukup Satu Mobil Bersama Staf
Pemkab Bekasi dan DPRD Sepakati Dua Raperda Strategis Jadi Perda
Jakarta Fair 2026 Dibuka, Pramono Sebut Tahun Ini Spesial Jelang 500 Tahun Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kabupaten Bekasi Kejar Target Pajak Rp3,8 Triliun untuk Dukung Pembangunan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:00 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Optimistis Capai Target PAD 2026, Gencarkan Penggalian Potensi Pajak

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:32 WIB

Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi Prioritaskan Pembahasan Raperda Desa dan Kepariwisataan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:16 WIB

Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:10 WIB

Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII

Berita Terbaru