oleh

Bacaan di Malam Hari Raya Idul Adha 1440 H

RJN, Jakarta – Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Muslim. Disunnahkan juga mengumandangkan takbir atau sering disebut takbiran. Seperti apa lafadznya?

Saat malam menjelang lebaran, hingga paginya, suara takbir akan bergema di mana-mana, bukan hanya di masjid saja. Ada yang melafalkannya secara langsung dan ada yang memutar kaset takbiran.

Berikut macam takbiran dan lafadz, atau pengucapan bacaan takbiran yang benar sesuai sunnah.

1. Takbir Mursal

Takbir mursal adalah takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu sholat atau tidak harus dibaca oleh seseorang setiap usai menjalankan ibadah sholat, baik fardu maupun sunnah. Takbir mursal ini sunnah dilakukan setiap waktu, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Baik lelaki maupun perempuan, sama-sama dianjurkan melantunkan takbir, baik saat di rumah, bepergian, di jalan, masjid, pasar, dan seterusnya.

Waktu melakukan takbir mursal, dimulai dari terbenamnya matahari malam ‘id, hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat ‘id. Seperti takbiran pada malam hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

2. Takbir Muqayyad

Takbir muqayyad, merupakan takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu mengiringi sholat, dibaca setelah melaksanakan sholat, baik fardhu maupun sunnah.

Waktu pembacaannya adalah setelah sholat shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), hingga Ashar pada akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).

3. Bacaan Takbir

Adapun bacaan takbir secara lengkap adalah:

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa. Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyrikuun.

Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.

Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Artinya : “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia zat yang menepati janji, zat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke-Esa-anNya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya untuk Allah.”

Namun sering juga pembacaan takbir secara singkat dan lebih umum.

اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد
Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar. Laa illaa haillallahuwaallaahuakbar. Allaahu akbar walillaahil hamd

artinya : “Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”.

4. Anjuran Membaca Takbir

Surat Al-Baqarah ayat 185:

ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم ولعلكم تشكرون

Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Begitu juga anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam haditsnya yang berbunyi :

زينوا اعيادكم بالتكبير

artinya: “Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.”

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما

“Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (Fitri dan Adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

(*)

Komentar

News Feed