Ajang Kontestan MTQ di Kecamatan Pondok Melati di Ikuti 12 Kecamatan se-Kota Bekasi

- Redaksi

Selasa, 22 Agustus 2017 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Secara resmi pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XIX tingkat Kota Bekasi dilaksanakan Selasa (22/8/2017), di Yayasan Pendidikan Fisabilillah (Yasfi), Kecamatan Pondok Melati. Ajang pentas pertandingan dibidang agama ini diikuti kontestan dari 12 Kecamatan se-Kota Bekasi.

Secara langsung, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membuka pelaksaan kegiatan MTQ ini. Nampak hadir, Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, Camat Pondok Melati Ika Indah Yarti, Kepala Kementerian Agama Kota Bekasi Mujani, Kasat Bimas Polrestro Bekasi Kota AKBP Sunyoto, Kasdim 0507 BKS Mayor Czi Sali, dan segenap pejabat berikut jajarannya Pemerintahan Kota Bekasi.

Camat Pondok Melati, Ika (tengah) Foto Bersama Dengan Para Tamu Undangan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama, menyampaikan, kalau dilihat di daerah wajib pemerintahan daerah, seperti kegiatan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) ini adalah urusan kementerian agama. Kementerian Agama tidak memiliki anggaran untuk kegiatan semacam ini. “Karena itu saya himbau untuk memperdalam MoU- nya. Jangan hanya agama Islam saja, agama yang lain juga harus bisa membuat kegiatan yang sama, biar anggarannya dari APBD dan pemerintah yang menyelenggarakannya,” imbuhnya.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dalam sambutannya mengatakan Kecamatan Pondok Melati dalam perspektif wawasan kebangsaan, sangat saya apresiasikan. Dalam hal wilayah di Pondok Melati punya karakteristik yang luar biasa. “Interaksi antar masyarakat umat beragama, baik internal maupun eksternal. Pemerintah juga perlu memperhatikan aspek-aspek yang dibutuhkan oleh warga masyarakat yang beragama lain selain Islam,” ungkapnya.

 

 

Dalam sambutannya, Rahmat Effendi juga menyinggung soal salam dua jari, menurutnya pak Syaikhu pun akan melanjutkan salam dua jari. “Cari undang-undangnya kalo ada temen-temen PNS mengucapkan salam silaturahim, salam patriot, salam dua jari, dilarang fase pilkada ini? Tidak ada rumusannya. Ga ada masalah,” terangnya.

“Jadi Pak Ustad ga usah takut lagi, kan sama-sama melanjutkan. Yang nilainya sama-sama bermanfaat buat kota Bekasi. Ini kan enak jadinya, jika ustad Syaikhu menang di pilgub jabar saya ga perlu susah-susah, tinggal ngomong ke Pak Syaikhu terkait masalah-masalah di Bekasi dan beliau akan langsung menyelesaikannya. Kenapa? Karena beliau domisili di Bekasi dan tahu persis bagaimana bekasi dan warganya,” ungkap Rahmat Effendi.

Baca Juga :  M. Yunus: Kabupaten Bekasi Dipastikan Jad Tuan Rumah MTQ Tingkat Prov Jabar ke-38

Selain itu, masih kata Rahmat Effendi, karena Pak Syaikhu sudah berbuat untuk Kota Bekasi, tak perlu dirinya perintah, orang Bekasi akan memilih Pak Syaikhu dan menang di Jawa Barat. “Jangan berpikir jelek, karena saya dari Golkar dan Pak Syaikhu dari PKS lantas kita bertolak belakang, tidak! Selama untuk kepentingan rakyat, kita akan bersama-sama,” tambahnya.

“Camat Pondok Melati ini luar biasa, walaupun perempuan, yang lelaki jangan kalah sama perempuan, harus lebih semangat dan semangat lagi. Rombongan Pondok Melati Luar biasa,” sindir Wali Kota didepan camat-camat lainnya.

Dirinya, juga menegaskan pada 1 September nanti, seluruh pelayanan yang berkenaan dengan kependudukan, jangan lagi ada warga yang lari-lari ke RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, ke Kantor Catatan Sipil. Yang sudah jadi, petugas kelurahan harus antar ke rumah-rumah warga. Kalo mereka tidak mau, saya dan pak Syaikhu yang kerumah warga. “1 September saya canangkan, lurah dan camat sudah harus siap turun, tidak ada lagi warga yang susah payah. Kita mau pelayanan pemerintah makin mantap,” cetusnya.

Baca Juga :  Guru Besar ITB: Kota Bandung, Belum Layak di Sebut Smart City

Masih kata Rahmat Effendi, dirinya berharap kedepannya kegiatan lomba MTQ ini tidak ada lagi mengambil peserta Qori dan Qoriahnya dari daerah lain, seperti Tasik dan Banten. Bahwa Kota Bekasi sudah punya pondok pesantren di Bekasi, kita harus bisa munculkan anak-anak Bekasi yang handal dibidang Qira’ah. “Segera Cairkan dana bantuan untuk pondok pesantren, lalu minta pertanggung jawabannya tiap tahun. Kita (SKPD) harus berpikir Out of the Box, sehingga kita ngga kaku, kita harapkan pikiran-pikiran itu bisa inovatif,” katanya.(Adv/ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Cibitung Dukung Penyempurnaan Raperda KTR, Hampir 120 Spanduk Rokok Ditertibkan
BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 16 Juta Liter Air, Kekeringan Berdampak pada 112 Ribu Jiwa
Dugaan Hina Wartawan dan Institusi Pers, Kadis LH Bekasi Berurusan dengan Polisi
MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung
Kemensos Libatkan 1.500 Mahasiswa Unhan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat di 182 Titik
BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat
Jelang Dua Tahun Pemerintahan, #PrestasiPrabowo Puncaki Trending X Indonesia
Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Camat Cibitung Dukung Penyempurnaan Raperda KTR, Hampir 120 Spanduk Rokok Ditertibkan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:24 WIB

BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 16 Juta Liter Air, Kekeringan Berdampak pada 112 Ribu Jiwa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Dugaan Hina Wartawan dan Institusi Pers, Kadis LH Bekasi Berurusan dengan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Kemensos Libatkan 1.500 Mahasiswa Unhan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat di 182 Titik

Berita Terbaru