Ada Bocah Meninggal karena Difteri di RSHS, Ini Pernyataan

- Redaksi

Rabu, 20 Desember 2017 - 19:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bandung – Komisioner bidang kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Sitti Hikmawatty menyatakan prihatin dengan meninggalnya anak laki-laki 15 tahun di Bandung, Jawa Barat, akibat penyakit difteri, Rabu (20/12/2017)

Pasien asal Sukabumi yang meninggal di Rumah Sakit Hasan Bandung itu sempat mendapatkan diagnosis syok sepsis (cold shock) dan Tonsilofaringitis Difteri. Dia juga mendapat penanganan tracheostomy untuk mengatasi kesulitan bernapasnya tapi tidak kunjung mendapatkan serum anti-Difteri (ADS) yang langka dan berujung pada kematiannya di ruang gawat darurat.

“KPAI berharap agar kejadian Kejadian Luar Biasa (KLB) saat ini menjadi pintu evaluasi terhadap pelayanan kesehatan yang telah berlangsung,” kata Sitti

Menurut informasi yang diterimanya dari Direktur Surveillance dan Karantina Kemenkes RI, pekan ini terjadi pergerakan kenaikan kembali kasus difteri sehingga perlu upaya yang lebih giat lagi dari semua pihak.

Dia mengatakan setiap kejadian luar biasa harus disikapi dengan arif lantaran sifatnya yang mewabah dan bukan kejadian biasa.

“Seharusnya tidak boleh ada kesulitan apalagi sampai ada kelangkaan ADS. Jika di RS besar sekelas RS Hasan Sadikin saja bisa sulit mendapatkan ADS, bagaimana dengan pengadaan di RS lain?,” kata dia.

Baca Juga :  Hujan Diprediksi Guyur Jawa Barat Lima Hari dalam Pekan Ini

Sitti mendorong agar setiap pihak terutama pemerintah dan masyarakat untuk menggiatkan vaksinasi difteri sehingga tidak terjadi wabah yang membahayakan banyak jiwa.

Upaya-upaya antisipasi, kata dia, perlu dilakukan secara optimal dan vaksinasi menjadi keniscayaan. Kalau ada kegagalan vaksin sekian persen saja, dampaknya bisa terjadi wabah kejadian luar biasa.

“Seharusnya kita berupaya keras agar nilai kegagalan itu semakin kecil, bukan malah jadi menolak vaksin. Saya kira ini pemahaman yang keliru,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan KPAI akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama mencari solusi-solusi terbaik.

Baca Juga :  Masih Ada Satu Desa di Astana Japura yang Masih Buang Air Besar Sembarangan

Dia mengatakan banyak pihak juga bisa turut berperan mencegah terjadinya wabah Difteri seperti dari kalangan kelompok masyarakat, sivitas akademika dan dunia usaha.

Setiap pihak, kata dia, dapat tergerak untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi masalah KLB Difteri. KPAI juga mencoba memediasikan persoalan itu dengan aparat terkait dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

“Semua niat baik masyarakat ini perlu diapresiasi, tapi kita juga harus tahu bahwa komandan bidang kesehatan adanya di Kemenkes, jadi kita hormati itu. Penanganan yang terkoordinasi dengan baik, akan mempercepat penanganan kasus KLB yang terjadi,” katanya.(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB
Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September
GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru
Otomotif di Jabar Tertinggi Nasional, GIIAS Bandung 2026 Resmi Digelar
Persib Hajar Sabah FC 3-0, Umpan Notsuda Bikin Gol Ini Jadi Sorotan
Adira Expo Bandung 2026 Hadirkan Promo Kredit Mobil dan Motor Spesial HUT RI, Ini Daftar Keuntungannya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize

Selasa, 15 September 2026 - 20:27 WIB

E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB

Senin, 7 September 2026 - 20:22 WIB

Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September

Minggu, 6 September 2026 - 15:26 WIB

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Berita Terbaru

ilustrasi

Pilkades

Pilkades Bekasi Memanas! 26 Aduan Masuk, Sukaresmi Disorot

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:09 WIB

Pemain PERSIB Bandung merayakan kemenangan 1-0 atas Cong Viettel FC pada pertandingan Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026). Foto istimewa Persib Bandung.

Olahraga

Drama Dua Kartu Merah, PERSIB Tetap Tekuk Cong Viettel 1-0

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:16 WIB