Activity Dashboard Picu Pengguna Media Sosial

  • Whatsapp
Media Sosial

RakyatJabarNews.com, Bekasi— Facebook dan Instagram bakal merilis waktu pembatas main social media guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan pengguna yang kelamaan berselancar di social media.

Fitur pembatas waktu tersebut bernama activity dashboard ini resmi dirilis demi meminimalisasi dampak negatif atas kecanduan media sosial yang sudah menjangkit banyak orang.

Bacaan Lainnya

Activity dashboard adalah salah satu cara facebook dan instagram merespons isu kesehatan mental yang dipicu oleh penggunaan media sosial yang berlebihan. Kecanduan yang ditimbulkan pengguna yang secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan mental si pengguna

Menurut Ameet Ranadive, Direktur Product Management Instagram, pengguna dapat mengelola waktu bersosial media dengan baik merupakan salah satu tanggung jawab penyedia platform

“Harapan kami fitur ini bisa memberi pengguna kontrol yang lebih besar atas waktu yang mereka habiskan di media platform kami,” ungkap Ranadive dikutip dari Newsroom Facebook.

Nantinya fitur activity dashboard ini bakal bisa digunakan pengguna Facebook dan Instagram di seluruh dunia dalam beberapa minggu mendatang. Namun untuk pertama kalinya fitur tersebut akan diterapkan di wilayah Amerika Serikat.

Sangat mudah untuk mengakses fitur Activity Dashboard ini pengguna hanya perlu masuk kehalaman menu setting lalu pilih “Your Activity” serta klik “Your Time on Facebook” untuk melihat waktu yang dihabiskan di platform berbagi konten foto dan video ini.

Pengguna bisa mengatur sendiri waktu yang dibutuhkan untuk bersosial media di kedua platform tersebut. Contohnya, Anda mengatur waktu 30 menit untuk bermain social media, ketika pengguna melebihi waktu yang ditetapkan maka apengguna akan menerima notifikasi bahwa batas waktu telah habis.

Kecanduan bermain media social tak hanya menggagu kesehatan si pengguna, tapi juga akan berdampak pada produktivitas hingga interaksi langsung dengan orang. Maka dari itu dengan hadirnya fitur tersebut diharapkan pengguna dapat lebih bijak dalam menggunakan social media. (red/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *