KABUPATEN BEKASI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang 16 kilometer di Kabupaten Bekasi rampung tahun ini. Untuk mengejar target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta segera menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp2 miliar.
Desakan itu disampaikan Dedi saat meninjau proyek normalisasi Kali CBL bersama Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Senin (26/10/2026).
Dari total panjang sungai yang dinormalisasi, pekerjaan masih menyisakan sekitar satu kilometer. Dedi meminta pemerintah daerah tidak menunda penyelesaiannya, mengingat normalisasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir di wilayah Kabupaten Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harus kelar tahun ini. Butuh biaya berapa untuk sisanya? Rp2 miliar itu selesai lah sama Kabupaten Bekasi saja,” tegas Dedi.
Selain mengejar penyelesaian normalisasi, Dedi juga menyoroti tiga jembatan di Desa Sriamur yang dinilai menghambat kelancaran aliran air menuju Kali CBL.
Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membantu pembongkaran dan pembangunan kembali jembatan tersebut agar kapasitas aliran sungai lebih optimal.
“Sudah minggu saya siapkan alat untuk mengangkat lumpur-lumpurnya, sekarang dibongkar saja jembatan-jembatannya dulu. Setelah itu, jembatannya langsung kita bangun,” ujarnya.
Penanganan banjir juga akan diperluas ke Kali Mati di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi. Sungai tersebut mengalami sedimentasi cukup tinggi hingga sebagian alirannya berubah fungsi menjadi kebun warga.
Dedi menyebut normalisasi Kali Mati membutuhkan penanganan khusus, termasuk relokasi rumah warga yang terdampak pekerjaan. Pemerintah akan menyiapkan bangunan pengganti sebelum normalisasi dilakukan.
Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diselesaikan karena potensi hujan dan banjir ke depan sulit diprediksi. Pemerintah juga membuka opsi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat penanganan.
“Tanggal 30 kita rapat bareng untuk menyelesaikan masalah ini. Ini kan darurat dan hujan ke depan tidak bisa kita prediksi. Nanti kita gunakan anggaran BTT. Kalau tidak selesai tahun ini, kita lanjutkan tahun depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan Pemkab Bekasi akan memenuhi kekurangan anggaran sekitar Rp2 miliar agar normalisasi Kali CBL dapat diselesaikan sesuai target.
“Kita akan selesaikan normalisasi Kali CBL tahun ini dan kekurangan anggarannya akan segera kita selesaikan tahun ini juga, sehingga normalisasi Kali CBL dari Cikarang hingga pertemuan Kali Bekasi ini bisa selesai,” kata Asep.
Asep juga mendukung rencana normalisasi Kali Mati secara bertahap, mulai dari Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, hingga Kecamatan Cabangbungin.
Menurutnya, pemulihan fungsi sungai tersebut penting untuk mengurangi potensi genangan sekaligus mengembalikan fungsi saluran air bagi lahan pertanian masyarakat di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
“Mudah-mudahan ini terlaksana dengan baik. Untuk rumah yang terkena imbasnya, nanti saya dengan Pak Gubernur sudah menyiapkan solusinya. Yang penting Kali Mati bisa berfungsi kembali,” ujarnya.
Asep berharap kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam normalisasi Kali CBL dan Kali Mati dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai, mengurangi sedimentasi, serta menekan risiko banjir yang selama ini menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi.
“Insya Allah saat banjir tiba nanti debitnya akan berkurang dan banjir akan lebih terkendali,” pungkasnya.
(*)






















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.