ATLANTA – Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan skuad The Three Lions siap menghadapi tantangan berat saat berjumpa Argentina di semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.
Menurut Tuchel, duel klasik Inggris kontra Argentina bukan sekadar perebutan tiket ke final, tetapi juga sarat sejarah dan emosi yang telah terbangun selama puluhan tahun.
“Argentina akan bermain dengan motivasi yang besar. Mereka didorong oleh sejarah, rasa kebersamaan, dan keinginan mempertahankan gelar juara dunia. Kami tahu apa yang akan kami hadapi, tetapi kami siap,” kata Tuchel.
Rivalitas kedua negara memang menjadi salah satu yang paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Mulai dari gol kontroversial “Hand of God” Diego Maradona pada 1986 hingga duel-duel panas di edisi-edisi berikutnya, laga Inggris kontra Argentina selalu menghadirkan tensi tinggi.
Tuchel menilai kekuatan terbesar Argentina bukan hanya kualitas individu para pemainnya, tetapi juga solidaritas dan mental juara yang telah terbentuk sejak menjadi kampiun dunia pada 2022.
“Mereka bermain dengan emosi, pengorbanan, dan keyakinan terhadap gaya bermainnya. Namun kami juga memiliki karakter, mentalitas, dan daya juang untuk menghadapi itu semua,” ujarnya.
Di sisi lain, Tuchel memastikan hubungannya dengan Jude Bellingham tetap harmonis meski sempat muncul perbedaan pendapat usai kemenangan dramatis Inggris 2-1 atas Norwegia di babak perempat final.
Sebelumnya, Bellingham sempat menanggapi kritik Tuchel terkait performa teknis tim. Namun sang pelatih menegaskan tidak ada konflik di antara keduanya.
“Jude adalah pemain kelas dunia. Reaksinya setelah pertandingan sangat wajar karena ia baru saja bermain selama 120 menit dan mencetak dua gol. Tidak ada masalah,” tegas Tuchel.
Bek Inggris Marc Guéhi juga mencoba mengalihkan tekanan kepada Argentina. Menurutnya, status juara bertahan membuat Lionel Messi dan kawan-kawan memiliki beban yang lebih besar.
“Tidak ada tekanan untuk kami. Justru mereka yang harus mempertahankan gelar juara dunia. Kami hanya ingin tampil maksimal dan lolos ke final,” ujar Guéhi.
Semifinal ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling panas di Piala Dunia 2026. Di satu sisi, Argentina mengincar final demi mempertahankan mahkota juara sekaligus memberi akhir manis bagi Lionel Messi yang diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhirnya. Di sisi lain, Inggris ingin mengakhiri penantian panjang menuju gelar juara dunia yang terakhir mereka raih pada 1966.
Pemenang laga ini akan menghadapi Spanyol di partai final setelah La Roja lebih dulu menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0.
(*)
Sumber Berita: The Guardian










