JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I pada Jumat (10/7). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) yang akan memperkuat konektivitas Pulau Jawa hingga Bali.
Tol Prosiwangi Tahap I yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) memiliki panjang 49,68 kilometer dan menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa menuju ujung timur Pulau Jawa.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menegaskan pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memperkuat konektivitas hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Jalan Tol Prosiwangi diharapkan mampu meningkatkan daya saing wilayah, membuka peluang investasi, dan menciptakan lapangan kerja di Jawa Timur,” ujar Gibran.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan perseroan berkomitmen menyelesaikan proyek dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan tol ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyerapan lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal dari Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Saat ini, Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 km dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 km telah selesai 100 persen dan mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Sementara Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,60 km juga telah rampung secara fisik dan kini memasuki tahap akhir Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
Selama proses pembangunan, proyek Tol Prosiwangi Tahap I juga berhasil mencatatkan zero accident, sekaligus menerapkan berbagai inovasi ramah lingkungan. Salah satunya penggunaan Hybrid Wind Tree yang menggabungkan tenaga surya dan angin untuk menghasilkan listrik mandiri hingga 12,4 kW. Inovasi tersebut bahkan meraih Rekor MURI sebagai implementasi energi baru terbarukan pada proyek jalan tol.
Selain itu, pemanfaatan material hasil galian sebagai timbunan badan jalan mampu menekan emisi karbon hingga sekitar 6,3 juta kgCO₂e atau sekitar 45,4 persen.
Setelah beroperasi, Tol Prosiwangi Tahap I diproyeksikan memangkas waktu tempuh Probolinggo–Besuki menjadi sekitar 1 jam 15 menit. Kehadiran jalan tol ini diharapkan memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri Paiton dan Pelabuhan Ketapang, meningkatkan akses menuju destinasi wisata di kawasan Tapal Kuda, serta mendorong tumbuhnya peluang usaha bagi pelaku UMKM di Jawa Timur.
(*)










