Gubernur DKI Jakarta Minta DLH Teliti Mikroplastik dalam Air Hujan, Respons Temuan BRIN

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan kepada wartawan di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025). Pramono menugaskan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan kajian lanjutan terkait temuan BRIN soal mikroplastik dalam air hujan di Ibu Kota.

i

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan kepada wartawan di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025). Pramono menugaskan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan kajian lanjutan terkait temuan BRIN soal mikroplastik dalam air hujan di Ibu Kota.

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menemukan kandungan mikroplastik pada air hujan di wilayah Ibu Kota. Ia menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan kajian mendalam guna memperkuat temuan tersebut.

“Kami sebenarnya akan memperkuat data itu. Nanti setelah kajian selesai, saya akan meminta mereka untuk menyampaikan kepada publik,” ujar Pramono saat ditemui di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

Pramono juga menyinggung soal kualitas udara Jakarta yang disebutnya telah mengalami penurunan tingkat polusi dalam beberapa waktu terakhir. “Mudah-mudahan ini bisa kita jaga bersama-sama,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BRIN: Mikroplastik Turun Bersama Hujan

Sebelumnya, BRIN mengungkap hasil penelitian yang menunjukkan bahwa setiap sampel air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik. Temuan ini menjadi peringatan serius bahwa polusi plastik kini telah mencapai lapisan atmosfer dan kembali turun ke bumi melalui hujan.

Baca Juga :  Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Bekasi, Wawali Harris Ajak Santri Terus Jaga Nilai Kebangsaan

Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan, penelitian yang dilakukan sejak 2022 menemukan partikel mikroplastik dalam setiap tetes air hujan dari berbagai wilayah di Jakarta.

“Mikroplastik ini berasal dari aktivitas manusia di kota besar. Misalnya serat sintetis dari pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di lingkungan terbuka,” jelas Reza, Kamis (16/10/2025).

Ia menambahkan, fenomena ini terjadi karena siklus plastik telah menjangkau atmosfer. Partikel plastik terangkat ke udara melalui debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri, kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama hujan — proses yang dikenal sebagai atmospheric microplastic deposition.

“Siklus plastik tidak berhenti di laut. Ia naik ke langit, berkeliling bersama angin, lalu turun lagi ke bumi lewat hujan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Selenggarakan Bekasi Innovation Week 2024

Ancaman Tak Kasat Mata

Partikel mikroplastik yang berukuran kurang dari lima milimeter bahkan bisa lebih kecil dari debu biasa. Partikel ini dapat terhirup oleh manusia atau masuk ke tubuh melalui air dan makanan.

Selain itu, plastik mengandung bahan aditif beracun seperti ftalat, bisfenol A (BPA), dan logam berat yang bisa terlepas ke lingkungan ketika terurai menjadi partikel mikro atau nano. Di udara perkotaan, partikel ini juga berpotensi mengikat polutan lain seperti hidrokarbon aromatik dari asap kendaraan.

Baca Juga :  Di CFD, Pemkot Bekasi Sosialisasikan BISKITA Trans Bekasi Patriot

Para peneliti menilai, fenomena hujan mikroplastik menandai bahwa pencemaran plastik kini menjadi masalah lintas unsur — tak hanya mencemari tanah dan laut, tetapi juga udara serta air hujan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Langkah Pemerintah DKI

Instruksi Gubernur Pramono untuk melakukan kajian lanjutan menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam merespons isu polusi mikroplastik di atmosfer Jakarta.

Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan BRIN dan lembaga riset lainnya guna memastikan keakuratan data serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan, termasuk upaya pengendalian emisi plastik dari sumber-sumber perkotaan seperti limbah rumah tangga, kendaraan, dan industri. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Omzet PKL Sempat Anjlok 40 Persen, APKLI Apresiasi Peran Dasco
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Omzet PKL Sempat Anjlok 40 Persen, APKLI Apresiasi Peran Dasco

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Bekasi Tembus Rp64,8 Miliar, Ini Rinciannya

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:03 WIB