Bekasi – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi kembali melaksanakan Rapat Pembahasan Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 pada Kamis, 29 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan arah kebijakan, program, dan strategi pembangunan lima tahunan daerah.
Dalam forum tersebut, Bappeda menggali berbagai masukan strategis, mulai dari identifikasi isu-isu prioritas, arah pembangunan yang berkelanjutan, hingga pentingnya penguatan inovasi dalam perencanaan.
Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Ir. H. Didik Setiadi, MM, menyampaikan bahwa Renstra bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk nyata komitmen Bappeda dalam menjamin pembangunan daerah yang lebih terarah dan berdampak.
“Renstra ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi cerminan komitmen Bappeda dalam memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Didik.
Ia menjelaskan bahwa dokumen Renstra akan menjadi pedoman utama Bappeda dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang selaras dengan visi, misi, serta arah kebijakan Kepala Daerah. Di samping itu, Renstra juga menjadi acuan dalam penyusunan rencana kerja tahunan dan alat evaluasi kinerja perangkat daerah agar pembangunan benar-benar berorientasi pada hasil.
Dalam rapat yang berlangsung di ruang pertemuan Bappeda tersebut, hadir pula Dr. Sulthon Rohmadin, S.STP., M.Si, ahli perencanaan pembangunan daerah, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas perencanaan melalui integrasi Indeks Perencanaan Pembangunan Daerah (IPPD).
“Melalui IPPD, pemerintah pusat dapat melihat sejauh mana perencanaan daerah disusun secara logis, konsisten, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan. Ini menjadi tantangan bagi Bappeda untuk terus berinovasi dalam menyusun dokumen perencanaan yang berkualitas,” jelasnya.
Sulthon juga menambahkan bahwa integrasi indikator IPPD ke dalam Renstra akan membuat arah kebijakan dan program menjadi lebih jelas, terukur, serta mudah dievaluasi.
Sementara itu, Leslie Kathleen Waruru, S.STP., M.Si, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Kabupaten Bekasi, menggarisbawahi pentingnya penguatan inovasi dalam setiap proses perencanaan.
“Salah satu strategi utama penahapan Bappeda dalam rancangan Renstra 2025–2029 adalah penguatan inovasi perencanaan. Setiap bidang didorong untuk mengembangkan pendekatan inovatif, baik dalam pengelolaan data, metode perencanaan, maupun kolaborasi lintas sektor,” jelas Leslie.
Ia menekankan bahwa kolaborasi aktif dengan para pemangku kepentingan juga menjadi kunci agar proses perencanaan lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Dengan disusunnya Renstra secara matang, diharapkan seluruh program dan kebijakan pembangunan di Kabupaten Bekasi lima tahun ke depan dapat terlaksana dengan lebih efektif, adaptif, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (Advertorial)










