Karawang – Mengenai kekisruhan yang terjadi di SMAN 4 Karawang, imbas dari keterlambatan pihak sekolah dalam pengisian Pangkalan Data dan Sekolah Siswa (PPDS). Dedi Mulyadi langsung mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan kronologi permasalahannya.
PPDS sendiri menjadi syarat untuk siswa yang lulus agar bisa mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Karena pihak sekolah mengalami keterlambatan mengisi PPDS, membuat para siswa meluap kekecewaannya dengan berdemo dilingkungan sekolah.
Setelah bertemu dengan pihak sekolah, di dapat KDM bahwa keterlambatan pengisian data disebabkan kurangnya SDM yang mengerjakannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini lebih kepada kekurangan tenaga, jadi satu orang itu bekerja untuk melakukan entri data 136 siswa kelas 2 dan 141 siswa kelas 3, dengan jumlah nilai dari mata pelajaran yang begitu banyak,” kata Dedi, setelah mendapat penjelasan dari pihak sekolah, Kamis (6/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, KDM juga memberitahukan bahwa pendaftaran SNBP sudah diperpanjang, artinya pihak sekolah masih memiliki waktu untuk mengisi PPDS.
Dengan begitu kesempatan para siswa yang ingin mendaftar SNBP masih terbuka lebar. KDM juga memberikan uang tambahan kepada para guru yang mengerjakan entry PPDS, dimana 3 guru ini juga berstatus honorer sehingga selama pengerjaannya tidak mendapatkan tambahan honor.
Mendengar masalah tersebut, KDM langsung memberikan intensif untuk guru honorer yang mengerjakan tugas tersebut, masing-masing diberi tambahan uang 2 juta rupiah, disebut KDM mereka dalam mengerjakannya harus menambah waktu diluar jam sekolah.
“Dia juga kan pekerja honorer yang gak punya honor tambahan untuk melakukan entri data ini, sehingga saya minta pihak sekolah menambah petugas entri data, mereka yang 3 orang hari ini ditugaskan untuk bekerja entri data,” tuturnya.
KDM ingin memastikan para siswa yang akan sudah lulus dan ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi dapat terealisasikan.
Karena kita ingin menyelamatkan siswa yang baru keluar sekolah ini untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi,” imbuhnya.
Diakui Pj Kepala Sekolah SMAN 4 Karawang, Dida Siti Saadah memang pihaknya terdapat kelalaian. Diantaranya pada saat awal pengerjaan orang yang bertugas hanya satu orang.
“Iya memang kita hanya ada 1 orang (pekerja yang menginput data), sementara yang entri di sekolah lain itu ada yang 4 orang, ada yang 11 orang,” kata Dida.
Ia pun menjelaskan proses yang cukup rumit, belum lagi jumlah siswa serta mata pelajaran dari semester awal yang sama banyaknya. Sehingga waktu pengerjaan dalam waktu satu bulan dirasa tidak cukup.
“Iya waktunya sebulan, sedangkan jumlah data nilai yang harus di entri mulai dari siswa Kelas Xi dari semester pertama. Padahal saya 6 bulan lalu itu udah wanti-wanti untuk dibantu, ditambah pekerjaannya, tapi kenyataanya ini sampai sekarang kan belum selesai,” ungkapnya. (*)
Penulis : Aldi Salman









