Alami Obesitas, Bocah 11 Tahun di Bekasi Berhenti Sekolah

- Redaksi

Senin, 14 Maret 2022 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang bocah berusia 11 tahun berinisial RAP yang merupakan warga Desa Kedung Pengawas, Kampung Blendung, Babelan, Kabupaten Bekasi.

i

Seorang bocah berusia 11 tahun berinisial RAP yang merupakan warga Desa Kedung Pengawas, Kampung Blendung, Babelan, Kabupaten Bekasi.

 

Bekasi – Bocah berusia 11 tahun asal Kabupaten Bekasi, Rup mengalami obesitas. Berat badannya hingga 115 kg.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rup tinggal di Desa Kedung Kecamatan Bebelan Kabupaten Bekasi. Meski usianya 11 tahun, namun berat badannya dianggap tak wajar.

 

“Kenaikan berat badan sejak 2 tahun 2 bulan, setelah berhenti minum susu dari puskesmas,” ujar Punih, ibu Rup dikutip dari Kompas.com, Minggu (13/3/2022).

Baca Juga :  Dapat Bisikan Gaib, Ibu Kandung di Bekasi Tega Bunuh Anaknya Umur 5 Tahun

 

Dia menyebut dalam tiga bulan sejak lahir, berat badan anaknya sempat menyusut 1,5 kg. Namun saat usianya 2 tahun, naik jadi 12 kg.

Kebiasaan Rup makan dikisahkan Sarmin (49), sang ayah. Kata dia, semakin besar Rup bertambah usia, nafsu makannya semakin tak terkendali.

Baca Juga :  Tanggapi Laporan Ojol, Disdagin Sidak Lokasi Dugaan Penimbunan Minyak Goreng di Cipedes Tengah

 

“Karena jajan makanan doyan banget, jajanan tidak berhenti,” tutur Sarmin.

 

Ada satu kebiasaan yang selalu dilakukan Rup setiap hari. Yakni, mengunyah makanan sebelum tidur. Mulai dari makan mie instant, camilan hingga es.

“Yang dikonsumsi mie, es, ciki, cemilan. Makan mie bisa lima kali (sehari), lebih banyak es,” kata Samin.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Intan Fauzi Memberikan Bantuan Berupa Alat Kesehatan dan Makanan

 

Sarmin menuturkan bahwa putranya saat ini terpaksa berhenti melanjutkan pendidikan karena berat badan RAP yang berlebih mempengaruhi proses belajarnya.

 

“Tidak bersekolah lagi. Dia tercatat sebagai siswa di Madrasah Islamiah Darul Muttaqin, Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi,” kata Sarmin.

Sumber: kompas.com

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tak Disangka! Perpustakaan SDN Wanasari 01 Cibitung Berubah Total, Dorong Literasi Siswa
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Targetkan Tekan Pengangguran

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WIB

Tak Disangka! Perpustakaan SDN Wanasari 01 Cibitung Berubah Total, Dorong Literasi Siswa

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Minggu, 12 April 2026 - 10:03 WIB

Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !