Polisi Tangkap Pemasok Obat Terlarang kepada Tersangka Pembunuh Santri

- Redaksi

Selasa, 10 September 2019 - 09:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Tidak puas hanya menangkap pelaku pembunuhan terhadap santri Husnul Khotimah Muhammad Rozien (17), Polres Cirebon Kota pun telah menangkap seorang berinisial JH, penjual sekaligus pemasok obat terlarang kepada tersangka.

JH diamankan di kediamannya di sekitaran Terminal harjamukti Kota Cirebon. Sedikitnya 900 butir obat-obatan terlarang berbagai jenis disita sebagai barang bukti dari JH.

Baca Juga :  SDN I Putat Dilalap Sijago Merah, Ini Kronologinya

Dari informasi ini didapat setelah petugas memeriksa secara insentif terhadap tersangka YS dan RM yang mengaku mendapatkan obat-obatan terlarang darei JH, sebelum melakukan pembunuhan di Jalan Cipto Mangunkusumo yang menewaskan seorang santri dan perasmpasan di Kesambi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengatakan, akan mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Dia meyakinkan, tidak akan pandang bulu melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kriminal di Wilayah Cirebon Kota.

Baca Juga :  Kantongi 1,67 gram Sabu, Warga Pusakajaya Digiring ke Mapolres Subang

“Kami berupaya akar dari permasalahannya. Tidak ada toleransi untuk pelaku tindak pidana,” katanya, Senin (9/9/2019).

Dia melanjutkan, menurut pengakuan dari pelaku sudah menjual obat-obatan itu sejak dua bulan, dan pelaku pembunu santri itu masing-masing mengkonsumsi 20 butir obat. “Sebelum melakukan aksi pidana, YS dan RM meminum obat-obatan terlarang sebanyak 20 butir dari JH,”” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Metland Hotel Cirebon Gelar "Sosial Act" Bersama Anak Yatim

Roland menyatakan, pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap JH, tidak berhenti sampai di sini. “Atas perbuatannya JH diancam 15 tahun penjara sesuai Pasal 197 jo Pasal 196 tentang kesehatan,” pungkasnya.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru