Jonggol “Dijual” ke China, Bupati Bogor Harus Tegas

- Redaksi

Jumat, 29 Maret 2019 - 12:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Aktivitas di Kantor Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

i

Aktivitas di Kantor Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

RJN,Bogor– Kebijakan Pemerintah Indonesia yang menawarkan 28 proyek senilai USD 91,1 miliar atau setara Rp1.295,8 triliun kepada pemerintah Tiongkok, mendapat reaksi beragam dari masyarakat.

Terutama Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang menjadi satu dari 28 proyek yang akan “dijual” sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia-China.

Masyarakat mempertanyakan seberapa besar manfaat yang akan dirasakan warga Kabupaten Bogor dengan adanya proyek tersebut. Selain itu, kenapa haru ke China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Gerakan Nasional Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Wilayah Bogor, Sinwan meminta Bupati Bogor, Ade Yasin harus berani mengambil sikap menolak rencana pemerintah pusat untuk “menjual” Jonggol kepada Cina.

“Kalau Bupati Bogor tidak bisa menolak, ini akan menjadi presiden buruk buat pemerintahan Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin, yang baru seumur jagung tersebut,” tegas Sinwan.

Menurutnya, proyek yang akan ditawarkan pemerintah pusat kepada investor Cina itu tidak akan membawa manfaat buat masyarakat Kabupaten Bogor. “Justru akan memberikan dampak negatif buat lingkungan,” tegasnya.

Apalagi permasalahan tanah di Kecamatan Jonggol ini masih banyak yang belum mampu diselesaikan pemerintah daerah. “Nah, dengan datangnya investor dari luar ini jelas akan menambah masalah baru,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan ada empat wilayah strategis yang akan diprioritaskan dalam program The Belt and Road Initiative, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Bali.

Baca Juga :  Akses Babelan-Muaragembong Dibangun Tahun Ini, Jadi Koridor Utama Menuju Wisata Hutan Mangrove

Keempat wilayah itu dipilih berdasarkan pertimbangan geografis yang dinilai memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing yang diyakini dapat menjadi daya tarik para investor Tiongkok. “Pemilihan wilayah ini sejalan dengan misi pemerintah membangun dari pinggiran,” kata Lembong.

Dari ke-28 proyek yang ditawarkan ke Tiongkok tidak semuanya berada di empat wilayah tersebut. Pemerintah juga menyiapkan delapan proyek yang berada di wilayah lain.

Antara lain, kawasan ekonomi khusus Indonesia-China di Jonggol, Jawa Barat, Coal Fired Power Plant (CFPP) berkapasitas 2×350 Mw di Celukan Bawang, Bali, Pembangkit listrik skala menengah di berbagai lokasi di Pulau Jawa, Mine mouth Coal Fired Power Plant (CFPP) Kalselteng 3 berkapasitas 2×100 Mw dan Kalselteng 4 berkapasitas 2×100 Mw, Kalimantan Tengah, dan kolaborasi internasional Meikarta Indonesia-China.

Baca Juga :  Giat TMMD, Pengecoran Jalan Selesai Hari Ini

Meski masuk proyek strategis, BKPM belum menjelaskan detil mengenai puluhan proyek tersebut. Begitu juga dengan rencana KEK Indonesia-China di Jonggol.

Radar Bogor pun mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Bupati Bogor Ade Yasin. Sebagai pemilik wilayah, Ade mengaku justru baru mengetahui informasi itu dari media.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor juga tak ada rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus di Jonggol. “Justru saya belum tahu (KEK Indonesia-China di Jonggol). Makanya untuk detilnya seperti luasan dan lain-lain saya tak tahu,” beber Ade.(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.500 ASN Serbu Pasar Baru, Tri Adhianto Genjot Ekonomi Pedagang
H. Marjaya dan Ombi Bongkar Masalah PSU, Pengembang Diminta Jangan Lepas Tanggung Jawab!
Cipta Karya Kerap Mangkir RDP, Komisi III Soroti 390 Pengembang Belum Serahkan PSU
Cegah Peretasan dan Kebocoran Data, Pemkot Bekasi Perkuat Keamanan Digital ASN
Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar
Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional
Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:31 WIB

1.500 ASN Serbu Pasar Baru, Tri Adhianto Genjot Ekonomi Pedagang

Jumat, 6 November 2026 - 18:21 WIB

Cipta Karya Kerap Mangkir RDP, Komisi III Soroti 390 Pengembang Belum Serahkan PSU

Kamis, 5 November 2026 - 18:28 WIB

Cegah Peretasan dan Kebocoran Data, Pemkot Bekasi Perkuat Keamanan Digital ASN

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Fadly Bawa Inovasi Pengentasan Kemiskinan, Kabupaten Bekasi Bidik Gelar ASN Berprestasi Jabar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Tiga ASN Kabupaten Bekasi Tembus Persaingan Provinsi, Bidik Prestasi Nasional

Berita Terbaru