RJN, Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi akan melakukan kegiatan bersih sampah di Kali Bekasi melalui kegiatan bertajuk Bersih Kali pada 26 Oktober 2018. Tujuannya, menjadikan Kali Bekasi ramah terhadap penduduk dan sekaligus destinasi wisata.
Kepala Seksi Pencemaran DLH Kota Bekasi, Agung Adi Putera, mengungkapkan kegiatan Bersih Kali akan melibatkan ratusan warga. Pengangkutan sampah juga akan melibatkan alat berat untuk mengeruk sampah di badan sungai.
“Sedimentasi Kali Bekasi terbilang tinggi. Pengerukan terakhir dilakukan tahun 1973,” ujarnya, Rabu (12/9/2018).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh Agung menjelaskan, kegiatan Bersih Kali Bekasi akan dimulai dari Cipendawa hingga Presdo yang berlokasi di terjunan air antara Kali Bekasi dan Kalimalang. Menurut rencana akan ada empat zonasi dalam kegiatan itu. Zonasi itu mencakup Kemang Pratama 5, Kemang Pratama 3, Cipendawa, dan Presdo.
Target pelaksanaan di bantaran dan badan sungai, akan diikuti di antaranya warga Delta Pekayon, Kemang Pratama, ormas pecinta lingkungan, Pramuka, kodim, Polres, Perum Jasa Tirta (PJT), PDAM, hingga pelaku usaha yang bersinggungan dengan Kali Bekasi.
DLH Kota Bekasi berharap kegiatan ini mendapat dukungan dan bantuan masyarakat karena keterbatasan dana yang dimiliki.
“Kami juga berharap ada dukungan dari Disbimarta Bekasi agar bisa mendatangkan Beko dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang speksifikasinya sesuai dengan Kali Bekasi. Sehingga kegiatan pengerukan kali bisa terwujud sesuai harapan warga,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, berharap kegiatan bersih-bersih sampah di Kali Bekasi diperluas hingga Curug Parigi. Pasalnya destinasi wisata Kota Bekasi yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor ini ikut tercemar. Malah warga sekitar melapor terkena dampak langsung akibat pencemaran.
“Saat ini Curug Parigi tengah menjadi sorotan. Kalau kegiatan bersih kali dimulai dari sana, momentumnya pas,” ujarnya.
Untuk perluasan wilayah kegiatan Bersih Kali, DLH Kota Bekasi akan menyinergikan dengan kegiatan serupa yang juga akan dilakukan Kodim 0507/Bekasi. Demikian juga Kementerian PUPR yang pada Oktober mendatang akan menggelar Gerakan Indonesia Bersih yang dilakukan secara nasional di berbagai sungai di Indonesia.
“Ide perluasan wilayah kegiatan menarik. Namun kami belum bisa memastikan karena harus menyinergikan dulu dengan kegiatan yang diadakan oleh Kodim dan Kementerian PUPR,” tambah Kepala DLH Kota Bekasi, Jumhana Luthfi.
Puarman juga mengusulkan perlunya dilakukan pemasangan papan nama perusahaan di bantaran sungai. Demikian juga dengan drainase dan titik-titik di mana RW berlokasi. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mendeteksi siapa pelaku pencemaran sungai bila kejadian itu muncul.
“Begitu ada yang buang limbah akan terlihat siapa pelakunya,” pungkasnya.(ant/RJN)









