DPRD Nilai Panitia Pilkades Lambangsari Terlalu Kaku, 

- Redaksi

Jumat, 10 Agustus 2018 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

i

ilustrasi

Punya KTP KK Warga Harus Tetap Bisa Milih

RakyatJabarNews.com, Bekasi– Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan yang sudah menetapkan daftar pemilih tetap (dpt) padahal hampir delapan puluh warga yang belum terdata berbuntut panjang.

Pasalnya, Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi tengah menyoroti permasalahan ini dan Panitia Pilkades harus bisa memberikan toleransi.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Yudhi Darmansyah menilai permasalahan ini harus segera diselesaikan oleh Panitia Pilkades dan Camat Tambun Selatan harus turun tangan.

“Ga ada alasan lagi. Mereka punya KTP dan KK. Panitia harus bisa koreksi. Dan masyarakat yang belum masuk harus bisa dimasukan. Ini harus masuk,”katanya.

Ia mengatakan puluhan warga Desa Lambangsari tidak boleh kehilangan hak pilih dalam Pilkades karena ada kelalaian dalam pihak panitia.

“Dalam aturan hukum tata negara itu ada diskresi atau pengecualian. Pilkada aja ada pengecualian dengan membawa E KTP. Artinya Panitia pun tidak boleh kaku,”paparnya.

Baca Juga :  E-Voting vs Sirekap, Ketua Ali Rido Jelaskan Perbedaannya

Menurutnya jika warga sudah mempunyai KTP dan KK tidak harus bisa memilih dalam Pilkades Lambangsari, “Sudah tidak ada alasan. Harus ditindaklanjuti, Camat harus turun tangan, jangan diem-diem bae,”katanya.

Untuk diketahui 86 warga Desa Lambangsari tidak terdapat di DPT. Padahal warga tersebut memiliki  KTP dan KK dan memenuhi syarat untuk menggunakan hak suara dalam Pilkades.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Apresiasi Pelaku Seni Budaya di HUT ke-29 Kota Bekasi

Jika Panitia Pilkades tidak bersikap dipastikan puluhan warga itu tidak bisa mencoblos. Salah satu warga, Dimas menilai Panitia harus menentukan sikap terkait kelalaiannya ini.

“Begini sebelum ditetapkan DPT itu kan saya sudah serahkan nomor KTP dan KK. Saya pikir sudah didata. Ternyata pas di cek di DPT tidak ada. Kalau begini kesalahan siapa dan siapa yang dirugikan,”tandasnya.(yto/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Targetkan Tekan Pengangguran
Musrenbang RKPD 2027 Bekasi Fokus Pembangunan Merata
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Minggu, 12 April 2026 - 10:03 WIB

Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Sabtu, 11 April 2026 - 09:57 WIB

Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !