RakyatJabarNews.com, Cirebon – Terkait insiden yang terjadi di Mako Brimob di Depok pada Selasa (8/5) lalu, serta teror bom yang baru saja terjadi di Surabaya pada hari Minggu (13/5) pagi, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Helmy Faisal Zaini sangat mengutuk keras tindakan anarkis dan terorisme tersebut, karena mengatasnamakan agama dengan melakukan aksi kekerasan.
“Mereka berdalih dengan alasan jihad. Padahal, pemahaman jihad ini sungguh salah. Jihad sebenaranya adalah mengajarkan ke jalan Tuhan dengan cara hikmah dan cara yang baik,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor PCNU Kota Cirebon, Jl. Arya Kemuning Kota Cirebon, Minggu (13/5).
Dia menambahkan, kalaupun harus berbeda pendapat dan pemahaman, haruslah diselesaikan dengan cara yang lain, bukan dengan aksi teror, pembunuhan, pemaksaan, dan menebar kebencian.
“Kami sedih dan prihatin aksi ini dilakukan oleh sekelompok orang dengan cara-cara yang terpola dan terdesain,” tuturnya.
Dirinya juga mengajak kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan terus bersama-sama untuk bersatu padu melawan terorisme. Dia juga mengingatkan agar para warga selalu melaporkan kepada pihak berwajib terkait informasi-informasi yang berpotensi sebagai lanjutan aksi teror.
Helmy juga mengajak kepada semua pihak agar mengajarkan agama masing-masing terutama Islam dengan cara yang damai. Masyarakat jangan terprovokasi dan ikut-ikutan terhadap hal yang mengajak kesesatan dan menyebar kebencian.
“Kami sampaikan duka dan bela sungkawa kepada keluarga korban baik di Mako Brimob maupun korban teror bom di Surabaya. Semoga bisa diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya.(Juf/RJN)










