Penjualan Mobil Tidak Sebanding dengan Jalan

- Redaksi

Rabu, 14 Maret 2018 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cikarang – Kebijakan ganjil-genap sudah mulai berjalan.  Pengusaha truk mengaku hanya pasrah dan mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 18 Tahun 2018 Pengaturan Lalu Lintas Selama Masa Pembangunan Proyek Infrastruktur Strategis Nasional di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang diberlakukan 12 Maret kemarin.

“Kalau kita pengusaha ini kan hanya bisa melapangkan dada saja. Intinya sih kita ikutin apa peraturan Pemerintah,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Asoisasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Barat,  Widya 

Baca Juga :  H-7 s.d H-5 Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Jasa Marga Catat 494 Ribu Kendaraan Meninggalkan Jabotabek

Ia menegaskan truk-truk bukan penyebab terjadi kemacetan selama ini. Over kapasitas mobil pribadi menjadi alasan terbesar dari kemacetan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

kebijakan tersebut juga memberlakukan angkutan truk tidak diperbolehkan melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Teman-teman pengusaha truk sih sudah antisipasi persoalan itu.  Mereka masuk sebelum jam itu.  Atau sesudah jam itu. Aturan itu membantu agar kendaraan tidak stag,” tuturnya. 

Baca Juga :  Sun Motor Cikarang Berikan Apresiasi Kaum Hawa 

Peraturan itu dapat membantu kelancaran. Namun ia menilai hal itu juga lantaran proyek pemerintah sedang di stop.

“Kalau sekarang memang agak lancar. Karena project yang ada hubungan jalan layang di stop,” tuturnya. 

Jadi katanya kebijakan itu belum dilihat dalam waktu dekat ini,  “Kalau sekarang memang membantu, kalau kita melihat efektif atau tidaknya ya nanti kalau project sudah mulai dijalankan kembali,” katanya. 

Baca Juga :  Jasa Marga Catat 427 Ribu Kendaraan Kembali Ke Wilayah Jabotabek Pada Akhir Pekan Terakhir Sebelum Pengetatan Mudik Berakhir

Sekarang menurut ia, Pemerintah sudah tertinggal menanggapi kemacetan ini lantaran penggunaan mobil pribadi tidak sebanding dengan jalan.

“Transportasi umum  harus segera dipercepat. Apapun bentuknya jalan itu tidak sebanding dengan penjualan mobil pribadi. Kita sudah terlambat. Memang harus dikejar, tidak ada pilihan lain,” katanya.(Ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Halal Bihalal Anti Biasa, Ada All You Can Eat Murah di Cikarang
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
Hyundai Luncurkan Kampanye “Next Starts Now” Bersama Son Heung-min Jelang FIFA World Cup 2026
PRS Terapkan Truk Listrik, Tekan Biaya BBM hingga 40% di Tengah Gejolak Pasokan Energi
FOX Lite Cikarang Ikut Earth Hour 2026 dengan Aksi Switch Off
Lonjakan Sampah Lebaran
One Way TransJawa
55 Ribu Kendaraan Sudah Lewat Tol Fungsional Prosiwangi Saat Mudik Lebaran 2026
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 13:44 WIB

Halal Bihalal Anti Biasa, Ada All You Can Eat Murah di Cikarang

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur

Minggu, 5 April 2026 - 22:29 WIB

Hyundai Luncurkan Kampanye “Next Starts Now” Bersama Son Heung-min Jelang FIFA World Cup 2026

Kamis, 2 April 2026 - 23:00 WIB

PRS Terapkan Truk Listrik, Tekan Biaya BBM hingga 40% di Tengah Gejolak Pasokan Energi

Senin, 30 Maret 2026 - 17:45 WIB

FOX Lite Cikarang Ikut Earth Hour 2026 dengan Aksi Switch Off

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !