RakyatJabarNews.com, Purwakarta- Kepolisian Sektor (Polsek) Cibatu Resor Purwakarta, berhasil mempertemukan Fikri yang sejak sepekan ini dinyatakan hilang oleh pihak keluarga.
Sebelumnya, Fikri dilaporkan warga setelah terlihat mondar-mandir dengan gerak-gerik mencurigakan di sekitar Poskamling Kampung Karajan RT.01/01 Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, dengan kondisi pakaian yang kusam dan rambut yang tidak rapih serta kondisi badan yang terlihat kelelahan.
Kemudian anggota piket SPKT Polsek Cibatu mendatangi lokasi, untuk selanjutnya bersama warga membawanya ke Mapolsek guna menghindari keresahan di masyarakat terkait isu penyerangan ulama oleh orang tidak dikenal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari keterangan yang didapat, Fikri menceritakan, dirinya sudah sejak sepekan lalu tersesat dari Jakarta hingga sampai di wilayah Kecamatan Cibatu Purwakarta. Dengan kondisi tidak membawa tanda pengenal, uang, serta alat komunikasi.
Selanjutnya Kepala Kepolisian Sektor Cibatu Resor Purwakarta AKP Ali Murtadho SH melaksanakan koordinasi dengan pihak Polres Cirebon sesuai dengan alamat yang diberikan Fikri, yakni di Blok Nambo Wetan RT.05/02 Desa Tangkil, Kabupaten Cirebon.
Sampai dengan mendapatkan kontak Bhabinkamtibmas setempat, selanjutnya menghubungi orang tua Fikri dan secepatnya akan menjemput ke Polsek Cibatu.
Sambil menunggu kedatangan orang tuanya, Kapolsek Cibatu memberikan pelayanan dengan memberikan makanan serta mengarahkan Fikri untuk membersihkan diri.
Jumat (16/2) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, orang tua Fikri sampai di Polsek Cibatu dengan didampingi oleh Kepala Desa Tangkil Abidi, untuk selanjutnya dilakukan proses pemulangan.
Orang tua Fikri, menyampaikan banyak terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh pihak Kepolisian kepada anaknya tersebut yang memang sedikit mengalami gangguan mental.
Dengan adanya kejadian tersebut, Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani S.I.K M.Si, melalui Kapolsek Cibatu AKP Ali Murtadho SH menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purwakarta, agar tidak resah terkait informasi tentang penganiayaan ulama.
“Laporkan segera ke pihak Kepolisian, bilamana ada orang yang tidak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan,” ucapnya.(rls/add)









