PVMBG: Ada Beberapa Faktor Akibat Longsor di Puncak

- Redaksi

Rabu, 7 Februari 2018 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Bogor – Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya bencana longsor yang terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Perekayasa Madya PVMBG, Imam Santosa mengatakan kondisi geologi di kawasan Puncak adalah bebatuan api tua dan terdapat lava di bawah. Tanah bagian atas di kawasan ini juga mengalami pelapukan dengan ketebalan dua sampai tiga meter.

“Tanah itu korositasnya sangat tinggi, sehingga mudah meresap air. Begitu masuk air, lalu ada lava yang kedap air di bawahnya akhirnya tanah mudah longsor. Itu faktor geologi,” kata Imam, di lokasi longsor Puncak Bogor, Selasa (6/2/2018).

Imam menambahkan, faktor kedua adalah morfologi, dimana kawasan Puncak, Bogor ini memiliki kontur tanah berupa perbukitan yang curam. Hal tersebut mengakibatkan kemungkinan longsor semakin besar.

“Keairan juga menjadi faktor penunjang longsor. Banyak percikan air pada tebing yang diakibatkan tidak adanya penataan keairan baik. Akibatnya, bebatuan dan tanah yang jenuh air itu semakin mudah bergerak dan terjadi longsor,” jelas Imam.

Adapun faktor tata ruang yang berubah juga memicu terjadinya longsor di kawasan Puncak. Menurutnya, longsor merupakan salah satu bencana yang banyak dipengaruhi oleh ulah manusia selain faktor alam.

Baca Juga :  Tujuh Rumah di Kampung Jemprak Mengkhawatirkan

“Ya kita lihat di sini, hutan sudah mulai berkurang, banyak pemukiman, banyak vila itu juga faktor terjadi longsor. Longsor itu bencana yang penyebabnya juga karena manusia tidak hanya faktor alam,” paparnya.

Kemudian, beban jalan yang berat karena banyaknya kendaraan melintas setiap harinya membuat kontur tanah dan bebatuan di dalamnya mudah bergeser sehingga memicu terjadinya tanah longsor.

“Ketika kontur tanah yang sudah lapuk, lapisan bawah kedap air ditambah adanya beban berat kendaraan itu juga jadi pemicunya. Getaran kendaraan besar itu membuat tanah di sini mudah bergerak,” ujar Imam.

Baca Juga :  Hadir Giat MTQ Ke-55, Disdukcapil Kabupaten Bekasi Membuka Pelayanan Adminduk

Beberapa faktor tersebut semakin diperparah dengan intensitas hujan yang beberapa hari ini sangat tinggi. Imam pun merekomendasikan kepada pihak terkait untuk melakukan penguatan tebing dan lereng serta membuat terasering di kawasan Puncak.

“Jangan lupa pastikan drainase baik, terasering juga dibangun dengan kokoh dan dilakukan penguatan lereng. Intinya kita harus bersatu dengan alam, tidak bisa lari dari alam,” pungkas Imam.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ
Tri Adhianto Dorong Percepatan PSEL Bekasi, Sampah Diolah Jadi Listrik
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
Dinas Perikanan Bekasi Genjot Konsumsi Ikan untuk Tekan Stunting
Distan Bekasi Antisipasi Kemarau, Petani Diminta Ubah Pola Tanam
Ribuan Jemaah Haji Bekasi Berangkat 8 Kloter, Ini Jadwalnya
Harris Bobihoe Ajak Warga Bekasi Bersih Kali dan Tanam Pohon di HUT ke-29
Pemkab Bekasi Apresiasi Peran MUI dalam Penguatan SDM dan Program Keumatan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 09:37 WIB

Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Sabtu, 25 April 2026 - 21:50 WIB

Tri Adhianto Dorong Percepatan PSEL Bekasi, Sampah Diolah Jadi Listrik

Jumat, 24 April 2026 - 14:00 WIB

DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Kamis, 23 April 2026 - 17:58 WIB

Dinas Perikanan Bekasi Genjot Konsumsi Ikan untuk Tekan Stunting

Rabu, 22 April 2026 - 17:38 WIB

Distan Bekasi Antisipasi Kemarau, Petani Diminta Ubah Pola Tanam

Berita Terbaru