Ridwan Kamil Menjelaskan Kriteria Calon Pasangannya

oleh -

RakyatJabarNews.com, Bandung – Bakal calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan kepada partai politik pengusungnya, bahwa dalam menentukan siapa calon pendampingnya dalam Pilgub Jawa Barat 2018 mendatang, maka dia harus punya jiwa kepemimpinan yang sudah teruji, dan punya elektabilitas jangan nol sekali karena dapat membebaninya.

Ini harus diperhatikan. Sebab, banyak cerita wakil bisa membuat kalah,” ujarnya saat ditemui awak media di Bandung Planning Gallery, Kamis (16/11).

Walikota Bandung tersebut menjelaskan, saat ini seluruh partai pengusungnya sedang melakukan musyawarah untuk menentukan siapa calon yang pas sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang mendampingi dirinya di Pilgub Jabar mendatang. Dia memprediksi seminggu atau dua minggu.

Kang Emil, sapaan akrabnya, menjelaskan jika musyarawah tersebut dilakukan untuk menguji kekompakan partai koalisi. Pasalnya, tidak ada satupun partai dalam koalisinya yang mempunyai cukup kursi, maka semua aspirasi yang datang dari berbagai partai pengusung akan ditampung dan diselesaikan.

“Harus disepakati oleh mereka yang akan gabung dalam kendaraan ini, jangan sampai merasa tidak nyaman. Karena dapat mengganggu dan tidak sehat. Kuncinya ini mengetes koalisi agar kompak,” tuturnya.

Emil melanjutkan, tidak mempermasalahkan siapa dan dari kader mana calon pendampingnya nanti. Asalkan saja cocok dengan kriteria awal yang disebutkan Emil tadi. Beberapa nama bahkan dikabarkan sudah muncul ke permukaan, diantaranya Daniel Muttaqien, Maman Imanulhaq, dan Uu Ruzhanul Ulum.

“Saya tidak masalah, tentunya ini harus disampaikan juga kepada Partai Nasdem, PKB, PPP dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Emil menjelaskan, untuk masuk dan menjadi kader sebuah partai politik menjadi perhatiannya hingga saat ini. Namun langkah ini masih ditentang oleh sang ibu. Menurutnya, sebagai seorang anak harus menuruti apa kata orang tua. Namun setelah terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, Emil akan mencoba membujuk sang ibu agar dizinkan untuk menjadi kader partai politik.

“Saya akan mnecoba membujuknya, setelah nantinya terpilih akan saya istikharah,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Berita Rekomendasi

Comment