4 Orang Guru Honor disingkirkan

- Redaksi

Rabu, 25 Juli 2018 - 23:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

ilustrasi

i

ilustrasi

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Di tahun ajaran baru 2018/2019, Kepala Sekolah SMPN 1 Pabuaran mengeluarkan 4 guru honorer diduga tanpa teguran tertulis terlebih dahulu dan alasan yang jelas.

Pasca mengeluarkan 4 orang guru honorer tersebut, informasinya pihak sekolah menerima kembali 5 guru honor yang akan mengajarkan pelajaran yang sama, di mana para guru tersebut juga sudah mengajar di sekolah lain.
Salah seorang suami guru honor yang dikeluarkan, mengaku tidak tahu secara pasti mengapa Kepala Sekolah mengeluarkan 4 guru honor termasuk istrinya, Selasa (24/7).

“Alasan yang saya dengar, katanya disaat jam belajar istri saya mebawa anak ke sekolah. Tapi istri saya pun tidak mungkin ketika jam belajar membawa anak. Waktu itu memang pernah istri saya membawa anak ke sekolah, tapi itu pun waktu tidak ada pelajaran alias saat jam bebas”,imbuhnya.

Masih dikatakan suami guru honor tersebut, ia juga menyayangkan sikap kepala sekolah karena mengeluarkan tanpa adanya teguran.

“Kalau emang melanggar disaat mengajar, mengapa tidak ada teguran. Dan setelah mengeluarkan 4 guru honor, kepala sekolah menerima 5 guru honor. Ke 5 guru honor yang baru juga katanya ada yang mengajar di sekolah lain, apa itu boleh. Sedangkan istri saya mengajar di SMPN 1 Pabuaran sejak masih menyatu dengan SMP 1 Ciledug, belum seperti sekaranh. Istri saya pun sudah mendapatan SK Honor dari Bupati”.

Baca Juga :  PK KNPI Kaliwedi Peringati Hari Musik dan Panggung Budaya

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Pabuaran, H. Yusep Riyadi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya memilih guru yang loyal dan siap memajukan sekolah. Begitu juga dengan kebutuhan terhadap guru pihaknya mengaku harus sesuai dengan dapodik, karena jika tidak sesuai maka akan menghambat serifikasi juga akan membuat akses bantuan tersendat.

“Jangan juga sampai muncul kesan, guru honorer mau selamanya disini. Mending kalau gurunya rajin, kalau malas masyarakat juga yang rugi”
Ia juga mengklaim keputusan mengeluarkan para guru honorer tersebut sudah berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan sudah menegurnya saat rapat,”ujarnya.

Berdasarkan masukan masyarakat melalui komite, pantauan sehari-hari. Apalagi bawa anak saat mengajar. Kata siapa bawa anak saat jam bebas? Kalau gak ada jam pelajaran ngapain mesti datang ke sekolah, kecuali guru negeri (red.PNS). Masalah teguran kita kan ada info, ada rapat, tiap rapat sudah diingatkan

Baca Juga :  Ucup Supriyatna: Satgas Dana Desa Turun, Setiap Pemdes Harus Melengkapi Administrasi

Terkait guru honorer pengganti yang dimaksud, menurutnya tidak masalah asalkan jam mengajarnya masih terjangkau, yakni maksimal 40 jam dalam seminggu. Adapun pelajaran yang diajarkan, ketika guru mata pelajarannya melebihi kuota, maka digeser ke pelajaran lain yang masih satu rumpun.

“Misal guru pendidikan agama sudah mencapai kuota, maka akan diganti untuk mengajar PKN atau budi pekerti. Jadi yang pelajarannya masih satu rumpun,”tandasnya. (Ymd/RJN).

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung
Siswa Cuma 46 Orang, Sekolah Ini Tetap Dapat Bantuan CSR PT LX Pantos
1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah
Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Siswa Cuma 46 Orang, Sekolah Ini Tetap Dapat Bantuan CSR PT LX Pantos

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:31 WIB

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:08 WIB

Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe meninjau langsung renovasi SDN 05 Bojong Menteng yang rusak akibat puting beliung dan menargetkan perbaikan segera rampung sesuai standar.

Pemerintahan

Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Selasa, 25 Agu 2026 - 11:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami