• Whatsapp

RJN, Bekasi – Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi menekankan Pemkab Bekasi prioritaskan anggaran untuk penanggulangan banjir pada pembangunan 178 titik banjir Kabupaten Bekasi di APBD perubahan 2021. Hal itu dikatakan Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi kepada awak media,.pada Senin (22/2/2021).

” Tadi kami usai rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup, Bina Marga SDA dan Tarkim dari hasil rapat tadi membahas hal penanggulangan banjir terutama bidang PSDA, jembatan, jalan dan Lingkungan Hidup. Bagaimana hasil data yang sudah di sounding oleh data BPBD itu kita mencari solusi dari 178 titik banjir di Kabupaten Bekasi,” kata Helmi.

Bacaan Lainnya

Helmi menerangkan, bahwasanya DPRD meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi agar memprioritaskan penanggulangan banjir yang sudah terjadi di Kabupaten Bekasi pada APBD Perubahan.

“Mungkin Kedepan minggu depan kita akan undang lagi ketiga dinas itu. Untuk mencari solusi titik banjir di Kabupaten Bekasi, misalnya Dinas LH itu mencari titik bangunan liar di Kabupaten Bekasi. Kedepannya juga kita akan mengundang PJT 2 untuk mengklarifikasi tentang bangli yang berada di kali-kali dan sungai di Kabupaten Bekasi bagaimana legalitas dan bagaimana klarifikasinya,” tuturnya.

Kemudian DPRD sendiri akan mengundang BBWS terkait masalah citarum, menurut dia bagaimana peran sertanya BBWS tidak hanya penyehatan kali tapi bagaimana solusi pembangunan dan normalisasi citarum.

“Kami juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi di dalam penyusunan KUA PPAS APBD Perubahan itu lebih memprioritaskan solusi – solusi terhadap banjir yang terjadi saat ini, mudah mudahan kita memiliki hasil solusi banjir di Kabupaten Bekasi sehingga di 2022 apabila mereka benar kerjanya sesuai yang kita harapkan, penanggulangan banjir di Kabupaten Bekasi bisa berkurang hingga 70 persen,” harapnnya.

“Komisi 3 juga menekankan penanggulangan banjir menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Bekasi di 178 titik banjir saat ini menjadi prioritas,” tandasnya.

Sementara itu Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Sukmawatty mengatakan pihaknha kedepannya akan melakukan langkah penanggulangan banjir dengan melakukan program perbaikan daerah aliran sungai (DAS) di Tahun 2021.

“Untuk penanganan banjir memang tidak bisa parsial, karena lokasi kita ada di daerah hilir yang menampung aliran dari hulunya sebelum ke laut. Oleh karena itu Penanganan yang kita lakukan adalah perbaikan-perbaikan terhadap pintu air bendung, normalisasi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, perbaikan tanggul-tanggul yang jebol dan perbaikan gorong – gorong yang mampet. Pekerjaan itu disesuaikan dengan kewenangannya,” kata Watty.

Oleh karena itu, Sukmawatty menjelaskan untuk saat ini pihaknya menginventarisir di penyebab banjir dan kerusakan infrastruktur serta rencana perbaikan kedepannya.

“Yaaa tentang kondisi yang diperlukan dan kerusakan yang terjadi. Perlakuannya berbeda sesuai kondisinya,” tandasnya.

(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *