120 Rumah di Blok Tegal Mulya Selama 3 Tahun Kesulitan Air Bersih

- Redaksi

Minggu, 27 Mei 2018 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Hidup bertetangga dengan perusahaan besar dan bonafide di lingkungan komplek industri tidak menjamin hidup enak dan gampang mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang berdekatan. Bahkan ada yang mengalami kekurangan air bersih.

Seperti yang dituturkan oleh Darma (50), salah seorang warga RT. 02 RW 03 Blok Tegal Mulya Desa Astana Mukti Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, yang sudah 3 tahun mengalami kekurangan air bersih di 4 sumur yang mengering.

Darma merasa heran setelah berdirinya perusahaan asal Korea, yakni PT. Charoen Pokphand yang berjarak sekitar 100 meteran dari pemukiman sumur air bersih, secara berangsur mengering dan selama 3 Tahun warga di Tegal Mulya menjadi kesulitan air bersih.

“Selama 3 tahun warga di sini kesulitan air bersih. Padahal sebelum ada perusahaan di seberang, air sumur selalu digunakan sama warga,” terangnya.

Ditambahakan salah satu tetangganya, Darum (46), sebetulnya selama 3 tahun ini ada bantuan air bersih sebanyak 2 tangki mobil dari PT. Charoen Pokphand, namun pembagiannya tidak merata dan masih jauh dari cukup.

Sedangkan menurut warga lainnya bernama Warsito (45), selama 3 tahun warga di Blok Tegal Mulya bersabar dan tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh. Namun setelah lama tidak bersuara, akhirnya warga mulai resah dengan kondisi sulitnya air bersih berkepanjangan.

Baca Juga :  Wow, di Tangan Ibu Kreatif ini, Sampah tak Berguna Disulap Menjadi Barang Bermanfaat

Ditambahkan oleh seorang ibu rumah tangga, Warini (38) mengatakan, jika dirinya terkadang tidak mendapatkan air bersih diakibatkan pengambilan air berebutam, dan jumlahnya pun hanya 5000 liter. Padahal, ada 120 rumah di mana lebih dari 250 kepala keluarga yang berada di Blok Tegal Mulya.

“Sehingga saya terpaksa harus membeli air mineral 2 galon tiap hari untuk kebutuhan rumah tangganya,” tuturnya.

Ditambahkan Ibu Cas (42), bahwa 2 tahun lalu sempat diminta dokumen KTP dan KK untuk diajukan kepada pihak perusahaan dan dijanjikan akan mendapatkan uang bulanan (uang debu). Tapi sampai sekarang tidak pernah ada uang konvensasi apa pun.

Baca Juga :  Kendaraan Arah Jakarta Menumpuk di Jalur Arteri, Pantura Cirebon Kelimpungan

Sedangkan menurut Tokoh Kecamatan Pangenan, Satori, dirinya sangat menyangkan sikap perusahaan sebesar Pokphand yang lalai akan kewajibannya terhadap lingkungan. Di mana bau dan debu yang dikirimkan melalui hembusan angin kepada warga sekitar sangat mengganggu, ditambah lagi ternyata warga pun tidak pernah diberikan uang debu sebagai konvensasi.

“Bahkan CSR pun tidak pernah sampai,” pungkasnya.

Sedangkan pada saat meminta komentar dari Humas PT. POKPHAND, Sunarjo melalui Pesan singkat hanya membalas, bahwa keluhan warga tidak bisa dijawab melalui pesan singkat dan meminta bertemu langsung.

“Maaf, Pak. Kalau saya jelaskan via WhatsApp kurang santun, mungkin bisa ketemu,” singkatnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban
445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi
SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat
Jelang Lebaran, Fuso Berkah Ramadan Hadir Servis Truk Dapat Diskon & Cek Gratis
VinFast Resmi Buka Pemesanan VF MPV 7 di Indonesia, MPV Listrik Premium Tujuh Penumpang

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban

Senin, 27 April 2026 - 14:41 WIB

445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi

Senin, 27 April 2026 - 10:01 WIB

SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:21 WIB

Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat

Berita Terbaru