RakyatJabarNews.com, Bekasi – Tidak semua barang yang tidak berguna (barang bekas) berjenis plastik dan kertas harus dibuang. Dengan sentuhan tangan-tangan kreatif ibu-ibu PKK Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sampah yang tidak berguna bisa disulap menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Sampah-sampah plastik seperti bungkus makanan dan minuman serta berbagai macam kertas seperti Koran, bisa di olah menjadi kerajinan tangan yang memiliki harga jual tinggi.
Seperti sampah dari bungkus kopi. Sampah berjenis plastik itu bisa di olah dan dirubah menjadi kerajinan tas make up, tas laptop, tempat tissue serta toples permen. Tak hanya itu, PKK naungan Kepala Desa Mekarsari, Linda Ekawati, juga menggarap sampah berbahan kertas, seperti Koran dan majalah tak terpakai, untuk di olah menjadi kerajinan, seperti vas bunga, asbak rokok, dan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Linda mengatakan, bahwa semua hasil kekreativan itu dihasilkan dari tangan ibu-ibu PKK. Untuk barang bekasnya pun sendiri, kata Linda, dihasilkan dari pengumpulan sampah masing-masing rumah warga.
“Kita memang kebanyakan melatih Ibu-Ibu dari dua sisi. Ibu PKK dan Majelis Taklim. Kalau (kerajinan) yang pasti, kerajinan dari (bungkus) kopi sama koran,” ungkap Linda, Senin (26/3).
Untuk keterampilan awal, lanjut Linda, PKK pernah mendapatkan pelatihan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.
“Kebetulan juga, ibu-ibu dulu kan bikin pelatihan juga dari Pemda. Jadi sekarang, semenjak udah dapet pelatihan dari Pemda, sekarang PKK udah bias ngajarin ke warga yang lainnya. Jadi kalo ada kegiatan-kegiatan PKK di luar, PKK kita (Desa Mekarsari) yang ngajarin ngelatih mereka,” tambah Linda.
Tempat pengelolaannya sendiri, Linda menjelaskan, bahwa ada lokasi tersendiri yang dijadika base camp untuk pengelolaannya, seperti bank sampah.
Namun, dalam hasil kerajinan itu sendiri, pihaknya masih terkendala dalam pemasarannya. Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) dan PKK sendiri masih bingung untuk menyalurkan hasil kerajinan itu.
“Karena itu sampai saat ini, kita belum bisa memasarkan hasil-hasil kita. Paling kita cuma muter di sini aja. Seperti tas ini dan vas bunga. Paling para pegawai aja yang beli. Dan paling kalau ada tamu pejabat yang dating, kita kasih buat souvenir,” tukasnya. (Ziz/RJN)









