Wow, Enam Kades Ini Menjadi Tersangka Setelah Berpose Empat Jari

  • Whatsapp

RakyatJabarNews.com, Karawang – Enam kepala desa (Kades) menjadi tersangka setelah kompak berpose mengangkat empat jari yang melambangkan nomor urut empat, yang tak lain adalah nomor urut pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018. Apalagi, mereka terlihat sedang bersama Deddy Mizwar dalam foto tersebut.

Mereka adalah Suhana (50), Kepala Desa Balonggandu Kecamatan Jatisari, Deny Supriyatna (36), Kepala Desa Kalijati Kecamatan Jatisari, Suhatip (34), Kepala Desa Barugbug Kecamatan Jatisari, Abdul Halim (57) Kepala Desa Duren Kecamatan Klari, Tuti Komala (48) Kepala Desa Tirtasari Kecamatan Tirtamulya dan Dadang Supriatna Kepala Desa Cirejag Kecamatan Jatisari.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Panwaslu Karawang Syarif Hidayat saat ditemui di kantornya, Jalan Cianjur nomor 4, Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat, Jumat (30/3), pihaknya sudah menyita sejumlah bukti termasuk pin dan baju pasangan nomor 4.

Syatif menceritakan, foto tersebut diambil di sebuah rumah makan di Karawang pada Minggu sore (4/3). Melalui foto tersebut dan bukti lainnya, Panwaslu melaporkan keenam kades itu ke Gakkumdu Kabupaten Karawang.

“Saat diperiksa, keenamnya menyangkal. Mereka mengaku hanya hadir sebagai tokoh masyarakat. Padahal jabatan mereka masih melekat,” jelas Syarif.

Menurut Koordinator dan Pembina Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Karawang, AKP Maradona Armin Mapaseng, telah menetapkan keenamnya sebagai tersangka. Sebab, berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, 6 kepala desa ini memang terlibat aktif mendukung salah satu calon gubernur.

“Enam kepala desa ini memang terlibat aktif mendukung pasangan calon nomor 4,” jelasnya.

Para kepala desa tersebut dikenakan Pasal 71 (1) jo 188 UU Nomor 10/2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-undang.

“Saat ini masih dalam penelitian penyidik kejaksaan. Tersangka tidak kita tahan karena ancaman hukumannya di bawah satu tahun,” pungkasnya.(RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *