Usaha Air Curah Di Klapanunggal Membuat ‘Krisis’ Air Tanah Warga

- Redaksi

Sabtu, 17 Juni 2017 - 21:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com – Meski sudah sering dikeluhkan warga, namun usaha air curah yang berada bersebelahan di Desa Klapanunggal berdampak besar terhadap di kampung Tegal RT24/RW07, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, masih tetap beroperasi hingga saat ini.

Adanya usaha air curah ilegal ini berdampak buruk terhadap warga sekitar. Pasalnya, keberadaannya membuat sumur-sumur warga yang berdekatan dengan lokasi air curah ini menjadi kering. Namun, pemilik perusahaan air curah tersebut nampaknya tak menghiraukan keluhan warga sekitar.

Diketahui, keberadaan perusahaan air curah yang dipermasalahkan tersebut berada di Desa Klapanunggal yang berbatasan langsung dengan Kampung Tegal RT24/7 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal. Oleh sebab itu, dampak kerugian terbesar yang menyebabkan keringnya air tanah warga, adalah warga Kampung Tegal.

Salah seorang Tokoh pemuda Kembang Kuning mengatakan, keringnya sumur warga dikarenakan pemilik air curah ini mengambil air dari bawah tanah.

“Perusahaan itu punya 6 titik sumur bor, ini yang menyebabkan sumur-sumur warga sekitar menjadi kering,” katanya kepada awak media, Jumat (16/6/2017).

Menurutnya, walaupun sudah berjalan bertahun-tahun, perusahaan air curah tersebut disinyalir tidak memiliki izin.

Selain itu, Manager Kampanye Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial, pada Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Wahyu, menerangkan bahwa permasalahan ‘Kerusakan Lingkungan’ yang menyebabkan krisis air tanah warga, harus mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah setempat.

“Pemerintah harus paham dengan permasalahan yang dialami masyarakatnya, krisis air tanah lingkungan warga karna dampak keberadaan lokasi usaha Air Curah yang menggunakan air tanah sudah semakin mengkhawatirkan karna terjadi kerusakan lingkungan dan kerugian bagi masyarakat sekitarnya,” terangnya, Senin (12/6) kemarin.

Wahyu, selaku menjabat sebagai manager kampanye yang salah satu menangani permasalahan sumber daya air ini, menjelaskan dirinya berasumsi jika pelaku usaha air di Klapanunggal yang diberitakan selama ini ‘jika’ tak memiliki AMDAL-nya itu bisa dipastikan tak memiliki izin pengambilan air, ataupun kalaupun ada itu tidak melewati proses yang benar.

Sejumlah hak masyarakat yang dilanggar, kata Wahyu, adalah hak atas lingkungan, hak akses terhadap sumber daya alam yang memungkin mereka untuk hidup dan bertahan, hak Tanah dan Air.

“Jika laporan pengaduan warga disana sudah kami ‘Walhi’ terima, pihak kita akan langsung turun kelokasi tersebut melakukan sidak dan kajian konservasi lingkungan. Menurut peraturan yang ada tentang Lingkungan Hidup, setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahannya,” terangnya. (Ziz/RJN)

Baca Juga :  Awas, Kenali Dulu Siklus Dalam Bertani Mangga
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November
34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban
445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi
SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:46 WIB

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:30 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban

Berita Terbaru

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melepas kontingen Kabupaten Bekasi untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Pemkab Bekasi menargetkan posisi tiga besar dengan raihan 120 medali. Acara pelepasan berlangsung di Gedung Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/11/2026).

Olahraga

Bupati Bekasi Targetkan Tiga Besar Porprov XV Jabar 2026

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:50 WIB