dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD, Staff Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI yang berperan sebagai juri dalam #BeatDiabetes2022 Warrior mengingatkan, “Data International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2021 menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-5 jumlah penderita diabetes terbesar di dunia, dengan jumlah penderita diabetes mencapai 19,5 juta orang. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat hanya dalam waktu dua tahun, dibandingkan tahun 2019 sebesar 10,7 juta.”

Faktanya, memiliki riwayat keturunan diabetes berkaitan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi. Risiko keturunan diabetes yang kedua orang tuanya memiliki diabetes adalah 6.1 kali lebih tinggi1. Tidak hanya itu, obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko diabetes. Data dari penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Diabetologia di tahun 2020 menyebutkan bahwa walaupun memiliki faktor risiko diabetes secara genetik yang rendah dan gaya hidup yang baik, mereka yang mengalami obesitas diketahui memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi sebesar 8 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal2.
Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim mengatakan, “Diabetes disebut sebagai ibu atau biang dari berbagai komplikasi penyakit serius dan termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Risiko komplikasi kesehatan ini dapat ditekan jika kadar gula darah dikontrol dengan baik. Oleh karena itu, penting sekali menjaga kestabilan gula darah pada diabetesi dengan menjaga berat badan, pola makan sehat, dan rutin berolahraga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya









