RS Sentosa Siloam Group Lauching Terapis Fisioterapi

- Redaksi

Sabtu, 29 Desember 2018 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi – Setelah berjalan sekitar hampir dua bulan sejak Desember 2018 lalu, Rumah Sakit (RS) Sentosa, Siloam Hospital Grup secara resmi menggelar Opening Fisioterapi di Aula RS Sentosa, Duren Jaya, Bekasi Timur, Selasa (29/1/2019).

‌Spesialis Kesehatan Fisik dan Rehabilitasi, dr Maysita Dhamayanti mengatakan, dalam sehari pasien yang melakukan rehabilitasi fisioterapi di RS Sentosa berkisar 20-30 pasien.

“Pasien yang melakukan fisioterapi disini rata-rata orangtua berusia 40 tahun keatas dan kebanyakan dari mereka berasal dari Kota Bekasi,” ungkap dr Maysita kepada Tentangbekasi.com usai kegiatan opening.

Di Kota Bekasi sendiri, dr Maysita mengungkapkan, rata-rata pasien yang melakukan terapi fisioterapi mengalami keluhan regenerative yang biasa menyerang usia 40 tahun ke atas.

“Ada juga yang pernah mengalami trauma karena kecelakaan, cedera karna olah raga, masalah otot, masalah genetic. Tapi rata-rata karna factor regenerative,” bebernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terapi Fisioterapi sendiri adalah proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik melalui serangkaian pencegahan, diagnosis, serta penanganan untuk menangani gangguan fisik pada tubuh akibat cedera atau penyakit.

Baca Juga :  Tri Adhianto Hadiri Acara Workshop Ruang Keren Stiami

Menurutnya, Fisioterapi bisa dilakukan pada pasien dari semua rentang usia, misalnya untuk mengobati sakit punggung, persiapan olahraga, hingga persiapan persalinan.

“Tujuan dari dilakukannya fisioterapi adalah mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera. Jika tubuh menderita penyakit atau cedera permanen, maka fisioterapi dapat diprioritaskan untuk mengurangi dampaknya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Catat Jadwal Pelayanan Publik di CFD Kota Bekasi

Di RS Sentosa sendiri, pasien yang hendak melakukan Fisioterapi bisa menggunakan layanan BPJS ataupun semacamnya. Namun tak jarang, pasien yang melakukan Fisioterapi menggunakan dana pribadi untuk mempercepat proses rehabilitasi.

“Kalau pakai BPJS atau semacamnya ‘kan harus ada prosedur yang digunakan. Tapi kita tidak membedakan pelayanan antara pasien BPJS maupun dana pribadi. Semua kami layani dengan baik dan semaksimal mungkin,” pungkasnya.(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Targetkan Tekan Pengangguran
Musrenbang RKPD 2027 Bekasi Fokus Pembangunan Merata

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Minggu, 12 April 2026 - 10:03 WIB

Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Sabtu, 11 April 2026 - 09:57 WIB

Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !