PWI Karawang: Polisi Harus Menyelidiki Oknum Aparat yang melakukan kekerasan Terhadap Jurnalis

- Redaksi

Rabu, 1 Mei 2019 - 19:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Karawang – Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Karawang mengutuk kekerasan yang dilakukan oknum polisi di Bandung kepada dua jurnalis foto saat meliput Peringatan Mayday. Polisi Hajar Wartawan Yang Meliput Aksi Buruh Di Bandung

“Kami mengutuk pelaku kekerasan terhadap dua jurnalis foto yang sedang bertugas. Kekerasan kepada jurnalis tidak dibenarkan,” ungkapnya Ketua PWI Karawang Aep Saepullah Rabu (1/5).

Menurut Aep, polisi harus menyelidiki oknum aparat yang melakukan kekerasan dan menghalangi jurnalis yang sedang bertugas. Ia berharap insiden kekerasan kepada wartawan ini diusut hingga tuntas dan pelakunya dihukum.

“Oknum polisi yang melakukan kekerasan kepada wartawan harus ditindak tegas,” ujarnya.

Aep menuturkan, insiden di Bandung menambah catatan buram kasus kekerasan kepada wartawan di Indonesia. Padahal kata Aep, wartawan yang meliput dilindungi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Kami berharap tindakan semacam ini tidak terjadi di daerah lain,” kata Aep.

Siang ini, dua jurnalis foto yaitu Prima Mulia dari Tempo dan wartawan lepas Iqbal Kusumadireza dilaporkan telah diintimidasi. Diduga kuat dilakukan oleh oknum polisi.

Prima dan Reza saat itu sedang berada di tengah kerumunan massa yang sedang dikejar dan dipukuli polisi. Saat mengambil gambar, keduanya diintimidasi.

Baca Juga :  Wartawan Gadungan Pemeras Kepala Sekolah Terancam 5 Tahun Penjara

“Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung,” tulis AJI Bandung dalam rilis resmi mereka.

Reza melihat oknum polisi itu menggunakan sepeda motor Klx berplatnomor D 5001 TBS.

Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan “dari mana kamu?” Reza langsung menjawab “wartawan”. Lalu menunjukan id pers nya. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali hingga luka dan memar.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Bekasi Buka Sayembara Maskot dan Jingle Pilbup dan Wabup Bekasi

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza.

Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?”

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize
E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB
Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September
GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru
Otomotif di Jabar Tertinggi Nasional, GIIAS Bandung 2026 Resmi Digelar
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Persib Hajar Sabah FC 3-0, Umpan Notsuda Bikin Gol Ini Jadi Sorotan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Maxim Unity Fest Meriahkan Bandung Indah Plaza, Hadirkan Hiburan dan Doorprize

Selasa, 15 September 2026 - 20:27 WIB

E-Waste Bisa Jadi Kuota Internet? Teknologi Ini Hadir di ITB

Senin, 7 September 2026 - 20:22 WIB

Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September

Minggu, 6 September 2026 - 15:26 WIB

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB