“Untuk pencegahan bencana yang melibatkan masyarakat, kita sudah bentuk wadah Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Sekarang sedang berproses pembentukan FPRB di tingkat desa,” terangnya.
Dani menuturkan, FPRB bertugas untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat agar tahu, sadar dan mau melakukan pengurangan risiko bencana, seperti mencegah banjir, longsor, kebakaran atau bencana lainnya.
Dari data yang tercatat, lanjut Dani, jenis bencana yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi adalah banjir dan angin puting beliung. Selain di daerah aliran sungai, saat ini banjir juga terjadi di pemukiman warga yang drainase-nya kurang bagus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain itu, dalam Tata Ruang Kita (revisi), kita temukan bahwa di beberapa kecamatan ada sesar baribis yang berpotensi terjadinya gempa yang juga harus dimitigasi,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis menambahkan, dalam kegiatan mitigasi pengurangan risiko bencana, pihaknya melibatkan berbagai unsur untuk berkolaborasi dalam penanganan bencana di Kabupaten Bekasi.
“Ya, kita berkolaborasi dengan TNI, Polri, FPRB, Destana, juga perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PMI Kabupaten Bekasi dan unsur lainnya,” katanya.
Muchlis memenuturkan, peran semua stakeholder dan para relawan dalam penanganan bencana di Kabupaten Bekasi, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Semua sudah memperlihatkan perannya, baik pada saat tanggap darurat bencana yang lalu, maupun saat membantu kelancaran arus mudik lebaran tahun ini,” terangnya. red
Halaman : 1 2









