Peternak Cianjur Dilatih Penanggulangan Penyakit Sapi

- Redaksi

Kamis, 22 Maret 2018 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cianjur – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor, memberikan pelatihan teknik tematik penanggulangan penyakit brucellosis ( Keguguran pada sapi) dan rabies kepada para petugas peternakan dan peternak di Cianjur, Selasa (20/3) hingga Jumat (24/3).

Tenaga pelatih (Widyaiswara) BBPKH Cinagara, Wilmy Rahmah menjelaskan pelatihan yang diberikan kepada petugas peternakan dan pengusaha peternakan di Kabupaten Cianjur dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada hewan.

Baca Juga :  Parah, Kantor Dekopinda Dibiarkan Terlantar

“Sebab kesehatan hewan memiliki peran sangat penting dalam siklus reproduksi hewan. Makanya kami ikut aktif dalam penanganan dan pelatihan agar pengusaha dan tenaga medis peternakan,” ujarnya.

Saat ini usaha peternakan rakyat masih sering dijumpai kasus gangguan reproduksi. Kasus tersebut ditandai dengan rendahnya fertilitas induk, akibatnya terjadi penurunan angka kebuntingan dan jumlah kelahiran pedet, sehingga mempengaruhi penurunan populasi sapi dan pasokan penyedia daging secara nasional.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono melaksanakan Sholat Gerhana Mataharai

“Gangguan reproduksi umumnya terjadi pada sapi di antaranya adalah retensio sekundinarium atau ari-ari tidak keluar,” kata Sri.

Gangguan lainnya berupa distokia (kesulitan melahirkan), abortus (keguguran), dan kelahiran prematur/sebelum waktunya. Gangguan reproduksi tersebut menyebabkan kerugian ekonomi sangat besar bagi petani yang berdampak terhadap penurunan pendapatan peternak.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan Dan Peternakan Kabupaten Cianjur Winny mengaku, berterimakasih dengan adanya pelatihan dari (BBPKH) Cinagara Bogor terhadap pelaku usaha, hingga tenaga medis pengobatan hewan. Kegiatan sendiri dilaksanakan dari Selasa sampai dengan Jumat ini dinilainya sangat bermanfaat.

Baca Juga :  Menperin RI Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,17 Persen

“Peserta mendapatkan materi dari pelatih seperti tentang fisiologi reproduksi, gangguan reproduksi karena penyakit, keturunan dan fungsional (hormonal) serta kebidanan pada hewan, hingga penyakit rabies yang berbahaya. Setelah pelatihan diharapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan,” tukasnya. (asp/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabupaten Bekasi Kejar Target Pajak Rp3,8 Triliun untuk Dukung Pembangunan
Bapenda Kabupaten Bekasi Optimistis Capai Target PAD 2026, Gencarkan Penggalian Potensi Pajak
Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi Prioritaskan Pembahasan Raperda Desa dan Kepariwisataan
Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs
Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII
Wali Kota Bekasi Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas, Kini Cukup Satu Mobil Bersama Staf
Pemkab Bekasi dan DPRD Sepakati Dua Raperda Strategis Jadi Perda
Jakarta Fair 2026 Dibuka, Pramono Sebut Tahun Ini Spesial Jelang 500 Tahun Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kabupaten Bekasi Kejar Target Pajak Rp3,8 Triliun untuk Dukung Pembangunan

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:00 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Optimistis Capai Target PAD 2026, Gencarkan Penggalian Potensi Pajak

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:32 WIB

Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi Prioritaskan Pembahasan Raperda Desa dan Kepariwisataan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:16 WIB

Seskab Teddy Dorong Inovasi ASN Lewat Kompetisi Gagasan Setkab Gengs

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:10 WIB

Wali Kota Bekasi Tekankan Pembangunan SDM di Temu Karya Karang Taruna VII

Berita Terbaru