M2 Dipastikan Maju dalam Pilkada Walikota Bekasi

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Politisi senior PDI Perjuangan Mochtar Mohamad alias M2, dipastikan bakal berlaga di ajang Pilkada Bekasi 2018 sebagai walikota, setelah dirinya mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Kehormatan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bekasi, Sahat P Rikky Tambunan.

Menurutnya, rekomendasi tersebut diberikan pusat lantaran melihat di Jabodetabek sudah tidak lagi memiliki kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan.

“PDI Perjuangan sangat butuh sosok dan figur yang kompeten sebagai kepala daerah, khususnya di Jabodetabek,” katanya, Minggu (24/9).

Rikky menegaskan, calon walikota untuk menandingi petahana Rahmat Effendi (Pepen), haruslah figur yang memiliki jiwa kompetitif. Dan saat ini hanya M2 yang dirasa paling tepat menjadi pesaing Pepen.

“Kalau tidak kompetitif, tak akan seimbang menandingi petahana Rahmat Effendi. Itu sama saja menghancurkan Kota Bekasi. Dan figur yang sangat tepat untuk menandingi sosok petahana hanya Mochtar Mohamad,” tegasnya.

Sebagai partai dengan kedudukan 12  kursi terbanyak di DPRD Kota Bekasi, PDI Perjuangan juga membuka peluang koalisi dengan partai lain, untuk mencari wakil yang tepat bagi M2. Sejumlah partai besar bahkan dikabarkan telah menjalin koalisi ditingkat pusat dengan partai berlambang banteng tersebut, diantaranya DPP PAN, Hanura, PPP, Demokrat, PKS, dan DPP Gerindra.

“Jahitan koalisi petahana masih prematur, karena hanya dilakukan di tingkat lokal saja. Semoga dengan jahitan koalisi PDIP tanpa Golkar, menjadikan jahitan koalisi besar di Pilkada 2018 Kota Bekasi,” imbuhnya.

Rikky melanjutkan, DPP juga telah mensurvei beberapa nama kader partai, antara lain Ketua DPRD Tumai, Ketua DPC PDIP Bekasi Anim Imammudin, Lucky Hakim dari PAN, Ketua DPC Hanura Bekasi Syaherallayali, Ketua DPC Gerindra Bekasi Ibnu Hajar Tanjung, Anggawira dari Gerindra, Ketua DPD PKS Bekasi Heri Koeswara dan Ketua DPC PPP Bekasi Sholihin.

Sejumlah nama tersebut, diakui Rikky memiliki kans yang sama untuk menjadi pendamping M2. DPP pun tak ingin gegabah dalam memilih wakil walikota, karena ingin menyelaraskan visi misi yang sudah dicanangkan PDI Perjuangan bagi Kota Bekasi, sebagaimana yang diinginkan masyarakat selama ini.

“DPP sudah lakukan survei untuk pendamping Mochtar Mohamad. Kita tunggu hasilnya nanti ya. Kalau rekomendasi sudah pasti ditangan M2,” pungkasnya.

Sementara itu,  Pengamat politik universitas Islam (Unisma) Bekasi, Harun Alrasyid menerangkan, koalisi besar belum tentu menjamin kemenangan. Menurut riset dari LKSP, yang menjamin faktor kemenangan, diantaranya kekuatan person, soliditas tim manajemen pemenangan, kekuatan finansial dan koalisi partai.

“Koalisi besar tidak banyak pengaruhnya terhadap kemenangan kandidat. Apalagi koalisi besar juga digalang oleh petahana. Saya kira dukungan partai masih sangat cair,” papar pria berkacamata yang juga Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam (Unisma) Bekasi itu.

Menurutnya, perpecahan koalisi juga masih rentan terjadi, terlebih bila ada ketidakpuasan terhadap kesepakatan yang terjalin antar partai. Karenanya PDI Perjuangan harus dapat mengakomodir berbagai kepentingan yang muncul dari beragam kepentingan yang tersurat maupun tersirat dari partai yang tergabung dalam koalisi.

“Karena komunikasi politik yang baik kan melahirkan kepercayaan bagi partai pendukungnya. Political terus akan melahirkan dukungan,” ujarnya.

Lanjut Harun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan PDI Perjuangan dalam menyusun strategi melawan petahana. Misalnya saja kandidat yang diusung harus mampu dipersepsikan sebagai solusi dari persoalan yang dihadapi warga Kota Bekasi, terutama warga perumahan atau kelas menengah yang jumlahnya diperkirakan naik signifikan dalam 5 tahun terakhir.

“Pertanyaannya adalah seberapa besar kandidat walikota mampu meningkatkan partisipasi publik ke TPS. Hal yang sama pernah terjadi ketika pak Jokowi memperoleh banyak kemenangan di berbagai kompleks perumahan,” terangnya.

Menyinggung soal sosok yang tepat sebagai pendamping M2, Harun menilai Anim Imammudin cukup berkompeten, terlebih ia berasal dari partai yang sama. Menurutnya perlu ada pertimbangan lain kalau DPP merekomendasikan Anim, tanpa memperhitungkan kekuatan partai lainnya.

“Dalam konstelasi pilkada, selain kekuatan person, juga dukungan dari koalisi partai, patut menjadi pertimbangan bagi DPP untuk meningkatkan elektabilitasnya,” pungkasnya. (Ziz/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.