Koperasi Merah Putih Picu Kegelisahan, Warga Desak Transparansi!

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh masyarakat Karangsambung, Haji Gondam, menyampaikan kritik keras terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak transparan, Senin (9/6/2025).

i

Tokoh masyarakat Karangsambung, Haji Gondam, menyampaikan kritik keras terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak transparan, Senin (9/6/2025).

Bekasi – Polemik pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, kembali memanas. Salah satu tokoh masyarakat, Haji Gondam, angkat bicara dan menyampaikan keberatannya terhadap proses yang dinilainya jauh dari kata transparan.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (9/6/2025), Haji Gondam yang juga merupakan mantan anggota BPD Desa Karangsambung, menyebut proses Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang menjadi dasar pembentukan koperasi diduga tidak sesuai prosedur.

“Banyak tokoh dan elemen masyarakat yang tidak dilibatkan dalam musdesus. Ini patut dipertanyakan, karena koperasi ini milik rakyat, bukan milik segelintir orang,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, Haji Gondam juga menyoroti adanya indikasi praktik Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang mencemari proses pembentukan koperasi tersebut. Ia menyebut keterlibatan pihak-pihak tertentu yang dekat dengan kekuasaan desa justru mengaburkan semangat pemberdayaan yang seharusnya diusung oleh koperasi.

“Kalau dari awal sudah tertutup dan hanya melibatkan orang-orang tertentu, wajar saja kalau publik mencurigai ada unsur kepentingan. Jangan-jangan ini hanya proyek kelompok tertentu,” ujarnya dengan nada kritis.

Ia pun mengingatkan bahwa koperasi desa adalah lembaga ekonomi milik masyarakat yang wajib dibangun di atas prinsip keterbukaan, partisipasi, dan gotong royong.

“Koperasi ini harus diketahui, dipahami, dan dimiliki bersama. Kalau dipaksakan tanpa proses yang sehat, nanti jangan heran kalau gagal jalan,” kata Haji Gondam.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BPD maupun Pemerintah Desa Karangsambung terkait tudingan tersebut. Sementara itu, keresahan warga terus bergulir, menuntut kejelasan dan keterbukaan penuh soal nasib Koperasi Merah Putih. (*)

Baca Juga :  Gubernur Jabar dan Wali Kota Bekasi Satu Panggung, Sapa Ribuan Warga di Alun-Alun

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ACP Daftar BPD Muktiwari Bekasi 2026, Fokus Transparansi Desa
Jalan Rusak-Banjir Tak Kunjung Usai, Warga Curhat Keras di Reses DPRD
Prabowo Subianto Jenguk Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur di RSUD, 14 Orang Meninggal
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 14 Tewas Pemkot Bergerak Cepat
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur! KRL vs Argo Bromo Anggrek, Penumpang Panik
Ade Sukron Sambut Program JMSI: Dorong Literasi Pelajar hingga Desa Maju
TPA Burangkeng Kembali Normal Usai Sempat Terkendala
Bapenda Bekasi Apresiasi PLN Cikarang Tertib Setor PPJ

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:25 WIB

ACP Daftar BPD Muktiwari Bekasi 2026, Fokus Transparansi Desa

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:03 WIB

Jalan Rusak-Banjir Tak Kunjung Usai, Warga Curhat Keras di Reses DPRD

Selasa, 28 April 2026 - 15:19 WIB

Prabowo Subianto Jenguk Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur di RSUD, 14 Orang Meninggal

Selasa, 28 April 2026 - 14:04 WIB

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 14 Tewas Pemkot Bergerak Cepat

Senin, 27 April 2026 - 21:30 WIB

Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur! KRL vs Argo Bromo Anggrek, Penumpang Panik

Berita Terbaru