Koordinasi 12 Camat, Walikota Bekasi Ambil Langkah Evakuasi untuk Korban Banjir

- Redaksi

Selasa, 4 Maret 2025 - 22:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Dialog : Walikota Bekasi Tri Adhianto berkomunikasi langsung dengan warga yang terdampak banjir.

i

Dialog : Walikota Bekasi Tri Adhianto berkomunikasi langsung dengan warga yang terdampak banjir.

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi telah melakukan langkah evakuasi warga akibat bencana banjir, Selasa, (4/32025).

Dalam rapat koordinasi dengan 12 Camat, Wali Kota Bekasi Dr Tri Adhianto mengungkapkan bahwa langkah awal yang diambil pihaknya adalah melakukan evakuasi dan memastikan bahwa warga yang terdampak tetap terlayani dengan baik.

“Langkah pertama adalah berkonsentrasi pada evakuasi. Kami memastikan bahwa warga yang terdampak tetap mendapatkan layanan yang dibutuhkan, terutama di tempat-tempat pengungsian yang sudah disiapkan. Selain itu, kami juga menyiapkan sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung proses ini,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari Bogor, mengakibatkan dampak signifikan, terutama di kawasan sepanjang Kali Bekasi. Sebanyak 1000 warga diungsikan sementara ditempatkan pada tenda maupun fasilitas sosial.

Baca Juga :  Ridwan Kamil, Melepas Kepergian Tim Ekspedisi Pendakian Puncak Yamin Papua

Adapun hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi lama di wilayah hulu kali Bekasi dan wilayah Kota Bekasi dari sore hingga malam hari yang mengakibatkan peningkatan debit air dan menyebabkan wilayah Kota Bekasi di 7 Kecamatan mengalami bencana banjir.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan dari tujuh wilayah yang terdampak banjir yakni Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Jari Asih, Pondok Gede, Bantargebang dan Rawalumbu. Potensi air rob juga turut mempengaruhi kondisi wilayah, membuat permukaan air naik hingga mencapai ketinggian 1-2 meter.

“Wilayah yang paling parah terendam adalah kawasan Jati Asih, yang hampir seluruhnya dilalui oleh aliran Kali Bekasi,” ucapnya.

Baca Juga :  Jembatan Baru Pintu Air Resmi Dibuka, Akses Warga Marga Mulya Kini Lebih Cepat dan Nyaman

Dalam upaya menghadapi bencana ini, Pemerintah Kota Bekasi mengerahkan berbagai sumber daya.

BPBD Bekasi telah menyiapkan 50 perahu karet untuk evakuasi dan bantuan kepada warga yang terdampak. Dandim 0507 Bekasi dan Kapolres Bekasi juga memastikan siap dengan peralatan pendukung, termasuk perahu karet yang dimiliki BPBD Kota Bekasi.

“Walaupun curah hujan diperkirakan akan masih besar pada tanggal 11 hingga 20 Maret, kami terus waspada dan berupaya untuk meminimalisir dampaknya. Komunikasi dengan BNPB juga terus berjalan untuk memastikan kita siap menghadapi potensi hujan yang lebih besar,” tambah Walikota.

Kondisi tanggul yang belum sepenuhnya diperbaiki juga menjadi salah satu tantangan. Walikota Bekasi Tri Adhianto mengingatkan bahwa upaya komprehensif masih dibutuhkan untuk memperbaiki tanggul dan mengantisipasi potensi banjir di masa mendatang. Kerja sama antara berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, sangat menentukan penanganan bencana ini.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Pimpin Apel Perdana 2026, Tegaskan Komitmen Layanan Publik dan Transformasi Digital

Usai rapat koordinasi penanganan banjir secara zoom, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga menerima koordinasi Deputi BNPB Lukmansah yang mengatakan prihatin atas bencana yang terjadi dan ia mensuport penanganan bencana yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Bekasi.

“Pemkot Bekasi lakukan evakuasi pada warga prioritas serta penuhi kebutuhan pokoknya. Orang tua, ibu hamil, balita, anak-anak,” ucapnya. Pihaknya juga tengah mempersiapkan sejumlah bantuan yang akan diberikan sesuai permintaan Pemkot Bekasi terutama mengenai kebutuhan makanan siap saji dan penambahan perahu karet. (goeng/prokopim)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB

Kondisi bangunan Rumah Sakit Watunggong di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan didukung pembangunannya melalui bantuan kemanusiaan Rp2,1 miliar dari masyarakat Kota Bekasi.

Nasional

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:37 WIB