Karyawan Wenky Cell Tidak Menduga Bosnya Terlibat Jaringan Teroris

- Redaksi

Kamis, 9 Mei 2019 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi – Karyawan Wanky Cell, Arif Maulana (19) tidak menduga atasannya bernama Eky memiliki keterlibatan dengan jaringan teroris.

Eky digarap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri setelah terbukti melakukan perakitan bom di gerai ponsel Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019).

Menurut Arif, selama ini yang ia kenal Eky mempunyai karakter orang yang baik terhadap para karyawannya.

“Bos orangnya baik, suka mentraktir makanan karyawannya. Saya sudah satu tahun kerja disini,” kata Arif, Kamis (9/5/2019).

Perihal keberadaan sejumlah bahan peledak di dalam loker, Arif mengaku tidak mengetahuinya sama sekali.

Sebab masing-masing karyawan sudah mendapatkan jatah loker masing-masing.

“Jadi kalau ada loker yang terkunci, ya kami tidak tahu punya siapa atau barang apa yang ada di dalamnya,” tandasnya.

Diketahui, Densus 88 melakukan penggeledahan dan menemukan bom rakitan yang merupakan buntut pengembangan teroris yang diamankan di Babelan dan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat pada 4-5 Mei 2019.

Baca Juga :  Lokasi Penggeledahan Terduga Teroris di Indramayu Betot Perhatian Masyarakat

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan jika Eky merupakan jaringan teroris JAD Lampung.

“Eky merupakan jaringan teroris JAD Lambung dan JAD Bekasi Untuk kekuatannya kami belum bisa memastikan,” ujar dia.

Hasil olah TKP yang dipimpin Kapolres Metropolitan Bekasi Kota Kombes Pol Indarto yang melibatkan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Laboratorium Forensik (Labfor) menemukan sejumlah barang bukti baru.

Baca Juga :  Densus 88 Sergap Komplotan Terduga Teroris Di Bekasi

Diantaranya adalah Kabel, Sendok, Saringan, Buku-buku panduan perakitan bahan peledak, tulisan-tulisan, lakban dan sejumlah alat bukti lain berkaitan dengan bisnis handphone.

“Semua barang-barang itu ada di dalam lemari, terpisah-pisah juga, lemari kotak-kotak kita bongkar satu per satu,” pungkas Argo.

(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan
Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran
Dokter Gigi Bekasi Kurang
Wawali Bekasi Dukung Pelatihan Vokasi Nasional, Targetkan Tekan Pengangguran
Musrenbang RKPD 2027 Bekasi Fokus Pembangunan Merata

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

TPS Ilegal di Tambun Utara Ditutup, Plt Bupati Bekasi: Dampaknya Sudah Ganggu Kesehatan

Senin, 13 April 2026 - 16:37 WIB

Tirta Bhagasasi Evaluasi Kerja Sama Air Curah demi Layanan Lebih Optimal

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Minggu, 12 April 2026 - 10:03 WIB

Bekasi Luncurkan Sekolah Peduli Pendengaran

Sabtu, 11 April 2026 - 09:57 WIB

Dokter Gigi Bekasi Kurang

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !