Inovasi Keren dari Bekasi! Gerigi Denish Ubah Cara Anak Sekolah Jaga Gigi Sehat

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

drg. Dyah Rahmawati (kanan) dan Pratiwi Suciani, SKM (kiri), dua tenaga kesehatan Puskesmas Karangsambung di Kabupaten Bekasi yang menggagas inovasi Gerigi Denish — Gerakan Terpadu Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Fluoride Varnish — sebagai upaya membangun kesadaran kesehatan gigi anak sekolah dasar melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.

i

drg. Dyah Rahmawati (kanan) dan Pratiwi Suciani, SKM (kiri), dua tenaga kesehatan Puskesmas Karangsambung di Kabupaten Bekasi yang menggagas inovasi Gerigi Denish — Gerakan Terpadu Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Fluoride Varnish — sebagai upaya membangun kesadaran kesehatan gigi anak sekolah dasar melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.

Bekasi — Gigi sehat sering dianggap hal sepele, padahal menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Menyadari hal tersebut, Puskesmas Karangsambung menghadirkan inovasi pelayanan publik bernama Gerigi Denish, singkatan dari Gerakan Terpadu Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Fluoride Varnish.
Program ini menyasar anak-anak sekolah dasar, dengan misi membangun kesadaran merawat gigi sejak dini melalui pendekatan yang edukatif, menyenangkan, dan berkelanjutan.

Inovasi ini digagas oleh drg. Dyah Rahmawati, bersama Pratiwi Suciani, SKM, serta tim kesehatan seperti Anisa Purwanti. Gagasan ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka karies gigi di wilayah kerja Puskesmas Karangsambung, yang selama ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak-anak.

“Gerigi Denish kami rancang bukan sekadar pemeriksaan atau pengobatan, tapi sebagai gerakan sadar kesehatan. Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga gigi adalah bagian dari menjaga diri sendiri,” ujar drg. Dyah Rahmawati, saat ditemui di Puskesmas Karangsambung, Kedungwaringin, Jumat (24/10/2025).

Berdasarkan data tahun 2023, sekitar 75 persen siswa SD di wilayah Karangsambung mengalami masalah gigi dan mulut. Angka tersebut mencerminkan kurangnya edukasi dan kebiasaan menjaga kebersihan gigi secara rutin di kalangan anak usia sekolah.

Baca Juga :  Rapat Paripurna, Supendi Resmi Jadi Plt Bupati Indramayu

Edukasi Menyenangkan, Bukan Sekadar Sikat Gigi Massal

Gerigi Denish mengedepankan konsep pembelajaran yang interaktif. Anak-anak diajak mengenal anatomi mulut, memahami bahaya konsumsi gula berlebih, hingga mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar.
Proses edukasi dikemas dengan lagu, permainan, dan video animasi agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan diingat.

“Kami ingin kebiasaan baik lahir dari kesadaran, bukan karena disuruh. Saat kesadaran sudah tumbuh, perilaku sehat akan menetap,” tambah Dyah.

Ia menegaskan, kesehatan gigi bukan hanya soal estetika, melainkan juga berpengaruh pada asupan nutrisi dan kepercayaan diri anak. Karies gigi yang tidak ditangani dapat membuat anak kesulitan makan, kehilangan nafsu makan, bahkan memicu risiko gangguan gizi dan stunting.

“Gigi sehat artinya anak bisa makan dengan nyaman dan tumbuh optimal. Karena itu, kami kaitkan Gerigi Denish dengan upaya pencegahan stunting,” jelasnya.

Kolaborasi dan Pendampingan Akademisi

Sementara itu, Pratiwi Suciani, SKM, menjelaskan bahwa Gerigi Denish dirancang secara sistematis dan melibatkan berbagai pihak — mulai dari sekolah, orang tua, hingga akademisi.
Program diawali dengan pemetaan pengetahuan siswa dan orang tua melalui survei daring menggunakan Google Form, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang kesehatan gigi dan mulut.

Baca Juga :  Strategi AI Dorong Penjualan Global Chery Tembus 200 Ribu Unit pada Januari 2026

Tahap berikutnya adalah penyuluhan interaktif di sekolah. Petugas kesehatan memberikan edukasi menggunakan alat peraga, boneka, dan video animasi. Anak-anak kemudian mengikuti sesi sikat gigi massal bersama tenaga kesehatan — momen yang selalu menjadi kegiatan favorit para siswa.

“Anak-anak sangat antusias karena kami tidak mengajar seperti di kelas. Mereka kami ajak bermain sambil belajar,” ujar Pratiwi.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi rutinitas bulanan, bukan sekadar program seremonial,” lanjutnya.

Puncak kegiatan Gerigi Denish adalah pemberian Fluoride Varnish, yakni pengolesan zat pelindung pada permukaan gigi untuk mencegah karies. Prosedur ini dilakukan dengan persetujuan orang tua dan menggunakan bahan medis yang aman serta terbukti efektif.

Program ini juga mendapat dukungan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKGUI) melalui kerja sama resmi. Para akademisi turut berperan dalam pemeriksaan awal, pendampingan teknis, hingga pelatihan bagi guru UKS agar kegiatan ini dapat berlanjut secara mandiri di sekolah.

Baca Juga :  Inggris Diteror Suporter Meksiko Jelang Duel 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Hadapi Banyak Tantangan

Hasil Nyata: Kasus Karies Turun, Kesadaran Naik

Dalam satu tahun pelaksanaan, hasilnya signifikan. Kasus penyakit gigi dan mulut di wilayah kerja Puskesmas Karangsambung menurun dari 75 persen menjadi 48 persen.
Anak-anak kini lebih rajin menyikat gigi dua kali sehari, sementara orang tua semakin aktif mengawasi pola makan dan kebersihan mulut anak.

“Bagi kami, ini bukan sekadar program kesehatan, tapi gerakan perubahan perilaku. Kalau sejak kecil anak-anak sudah sadar menjaga gigi, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, dan berdaya,” tutup drg. Dyah.

Ia berharap, keberhasilan Gerigi Denish tidak hanya berdampak bagi masyarakat Karangsambung, tetapi juga menjadi model inovasi pelayanan publik yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Program ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil — dari senyum anak-anak yang sehat dan bahagia. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung
Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi
Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi
Terungkap di DPRD! Dewas Tirta Bhagasasi Akui Tak Pernah Dapat Laporan Kasus Hukum Eks Direksi
RDP DPRD Bekasi Memanas! Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Diserbu Pertanyaan soal Konflik Internal
DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Bahas Kisruh Internal
Wali Kota Bekasi Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak di Peringatan HAN ke-42
DPRD Soroti IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Plt Bupati Panggil DCKTR dan DLH

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Terungkap di DPRD! Dewas Tirta Bhagasasi Akui Tak Pernah Dapat Laporan Kasus Hukum Eks Direksi

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:03 WIB

RDP DPRD Bekasi Memanas! Dewan Pengawas Tirta Bhagasasi Diserbu Pertanyaan soal Konflik Internal

Berita Terbaru

Atlet balap sepeda Kota Bekasi, Dharmawan Bekti, berhasil meraih podium pertama nomor Criterium Men Youth Jawa Barat pada Bupati Bogor Cup 2026 di Pakansari, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Bogor

Dharmawan Bekti Naik Podium, Bekasi Bidik Emas Porprov

Sabtu, 8 Agu 2026 - 21:12 WIB

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB