Caleg Milenial Ini Soroti Tenaga Kerja Cirebon yang Jadi TKI di Luar Negeri

- Redaksi

Minggu, 6 Januari 2019 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggawira Bersama warga Cirebon.

i

Anggawira Bersama warga Cirebon.

RJN, Cirebon– Permasalahan lapangan kerja memang tiada habisnya di pelosok nusantara. Tak jarang mereka yang terhimpit ekonomi terpaksa harus mengadu nasib menjadi pejuang devisa negara.

Caleg milenial dari Partai Gerindra Dapil Jawa Barat VIII meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Indramayu, Anggawira mengatakan kurangnya perhatian pemerintah mengenai pendanaan TKI sebelum berangkat perlu dihadirkan solusinya.

“Warga yang mau berangkat ke luar negeri (TKI) ini kan yang rata-rata punya masalah ekonomi di sini. Tapi keinginan mereka memperbaiki ekonomi kadang terkendala dengan biaya yang cukup tinggi,” tutur Anggawira di Cirebon (06/01).

Mahalnya biaya yang harus digelontorkan para calon TKI, membuat warga mengalami kesusahan untuk memperoses keberangkatan mereka. Tidak adanya pendanaan dari pemerintah, membuat warga harus memutar otak untuk mendapat cukup biaya bagi para calon TKI.

“Mereka (calon TKI) butuh dana yang lumayan besar, mulai dari biaya pendidikan sebelum berangkat, pembuatan parpor, dan lainnya. Para penghasil devisa negara ini harusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” sambungnya.

Baca Juga :  BRI Branch Office Bekasi Hadirkan Program Berkah Ramadhan di Grand Kamala Lagoon, Dukung UMKM Go Digital

Warga keluhkan permasalahan sulitnya mencari pekerjaan hingga harus mengadu nasib ke luar negeri untuk mencukupi ekonomi keluarga.

“Kerja di negeri sendiri aja sudah sulit apalagi keluar negeri lebih susah. Kemana lagi kita harus berikhtiar, di negeri sendiri kami menjadi orang asing, di negeri tetangga kami mempertaruhkan nyawa. Kami hanya ingin mendapat pekerjaan yang layak pak, enggak lebih dari itu,” keluh Asep.

Susahnya mendapat pekerjaan yang layak di negeri sendiri, membuat warga terpaksa mencari pekerjaan di negeri seberang. Bukan berarti mencari pekerjaan di negeri orang tanpa kendala.

Baca Juga :  Raih Berbagai Penghargaan di Top BUMD Awards 2024, Pj. Wali Kota Bekasi : Terus Evaluasi dan Tingkatkan Kinerja untuk Pembangunan Daerah"

“Saya prihatin, kondisi ini semakin memperburuk ekonomi, masalah minimnya lapangan kerja yang layak di negeri kita ini menjadi hal utama yang menyebabkan melonjaknya angka TKI, saya harap semua pihak harus mulai memperhatikan masalah sempitnya lapangan kerja. Semoga 2019 dibawah kepemimpinan Prabowo-Sandi bisa hadirkan jumlah lapangan pekerjaan yang signifikan,” pungkas Anggawira yang juga Ketua BPP HIPMI itu.(ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
PDIP Bekasi Panas! Ono Surono Minta Mesin Partai Bergerak Total Jelang 2029
Nawal Husni Resmi Pimpin PPP Kota Bekasi, Target Menang Besar 2029
Panas! Muscab PPP Kota Bekasi Disebut Ilegal, Nama Nawal Husni Disorot
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Senin, 25 Mei 2026 - 10:20 WIB

Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:00 WIB

PDIP Bekasi Panas! Ono Surono Minta Mesin Partai Bergerak Total Jelang 2029

Berita Terbaru