KABUPATEN BEKASI, CIBITUNG – Puluhan tahun menjadi penghubung aktivitas warga, kondisi Jembatan Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang menghubungkan Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius.
Jembatan yang dibangun sejak era 1980-an itu belum pernah mendapatkan rehabilitasi menyeluruh. Sejumlah bagian infrastruktur mulai mengalami penurunan kualitas, mulai dari besi pengaman yang berkarat hingga permukaan jalan yang rusak dan berlubang.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir. Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, jembatan ini merupakan jalur penting yang menghubungkan sejumlah wilayah menuju pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan Kabupaten Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Kampung Wangkal Jati, Bobi Benuaji (54), mengatakan persoalan kondisi Jembatan CBL bukan hal baru. Masyarakat, kata dia, telah lama berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk melakukan perbaikan.
“Jembatan ini sudah ada sejak tahun 1980-an dan sampai sekarang belum ada perbaikan besar. Warga banyak yang mengeluhkan, tetapi belum tahu harus menyampaikan aspirasi ke mana. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” kata Bobi, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, usia jembatan yang telah mencapai puluhan tahun membuat kekuatan konstruksi perlu kembali dikaji, terlebih dengan meningkatnya mobilitas kendaraan yang melintas setiap hari.
“Sudah waktunya jembatan ini diganti atau direhabilitasi total. Banyak bagian yang mulai berkarat. Sementara jumlah warga dan aktivitas di Sukajaya terus meningkat karena perkembangan perumahan,” ujarnya.
Selain persoalan konstruksi, kondisi lalu lintas di sekitar jembatan juga menjadi perhatian. Berada di kawasan simpang empat, titik tersebut kerap mengalami kepadatan, terutama pada pagi dan sore hari.
Bobi menyebut kerusakan jalan di atas jembatan turut memperburuk keadaan. Saat hujan turun, lubang di permukaan jalan menyebabkan air menggenang dan masuk ke bagian badan jembatan.
“Selama ini hanya dilakukan penambalan seadanya. Kalau jam sibuk, kemacetan bisa mencapai lebih dari satu jam. Ditambah lagi ada bangunan liar di sekitar simpang yang membuat arus kendaraan semakin tersendat,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Yanto, mendorong pemerintah daerah melakukan langkah koordinasi agar perbaikan Jembatan CBL dapat segera masuk dalam perhatian pemerintah, meskipun kewenangan utama berada di tingkat pusat.
Menurutnya, pembangunan kawasan di sepanjang aliran CBL perlu dibarengi dengan peningkatan infrastruktur pendukung, termasuk jembatan yang menjadi akses utama masyarakat.
“Jangan hanya fokus pada pembangunan jalan di sepanjang CBL. Jembatan ini juga memiliki peran penting karena menjadi jalur penghubung warga setiap hari,” ujar Budi.
Politisi dari daerah pemilihan Cibitung dan Cikarang Barat itu menilai keberadaan Jembatan CBL semakin strategis setelah sejumlah pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut berkembang.
Ia berharap rehabilitasi jembatan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah utara Kabupaten Bekasi menuju kawasan perkotaan dan pusat pemerintahan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi tahun 2020, Desa Sukajaya memiliki jumlah penduduk mencapai 17.423 jiwa. Angka tersebut diperkirakan terus berkembang seiring bertambahnya kawasan permukiman.
“Jalur ini dipakai warga dari Tambun Utara, Babelan, hingga Sukawangi menuju Cikarang dan kawasan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Jika diperbaiki, manfaatnya bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga memperlancar ekonomi dan memperindah kawasan sekitar Bendung Cikarang,” pungkasnya.
(end)











