CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pada ajang Forum CSR Jawa Barat 2026, Kabupaten Bekasi berhasil meraih penghargaan Terbaik I untuk kategori Tata Kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Tingkat Lanjutan.
Penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan Pemkab Bekasi dalam membangun tata kelola program Corporate Social Responsibility (CSR) yang semakin terintegrasi, terarah, dan kolaboratif bersama dunia usaha.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi sebagai sekretariat Tim Fasilitasi CSR yang terus memperkuat sistem perencanaan serta menjalin sinergi dengan perusahaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kabupaten Bekasi, Vina Sari Nalurita, mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus hasil nyata dari kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan perangkat daerah.
“Alhamdulillah, ini merupakan kali kedua Kabupaten Bekasi meraih penghargaan CSR di tingkat Provinsi Jawa Barat. Tahun 2026 kami berhasil meraih Terbaik I Tata Kelola Tim TJSLP Tingkat Lanjutan, setelah sebelumnya pada 2025 memperoleh peringkat II. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara perusahaan dan perangkat daerah di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Vina menjelaskan, salah satu aspek utama dalam penilaian adalah kemampuan pemerintah daerah menyusun perencanaan pembangunan yang dikomunikasikan secara aktif kepada perusahaan. Untuk itu, Pemkab Bekasi telah menyusun menu program pembangunan berdasarkan prioritas daerah yang diselaraskan dengan pilar CSR perusahaan.
Program tersebut kemudian disampaikan kepada perusahaan setiap periode Juli hingga Oktober, menyesuaikan dengan siklus penyusunan program CSR masing-masing perusahaan.
Melalui mekanisme tersebut, sebanyak 14 mitra CSR yang terdiri dari kawasan industri, perusahaan, yayasan, dan perguruan tinggi ikut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bekasi pada 2026.
Tak hanya itu, sepanjang periode 2025–2026, Pemkab Bekasi juga berhasil menambah sekitar 26 perusahaan sebagai mitra CSR baru. Menurut Vina, capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak perusahaan yang belum terlibat. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Bekasi untuk berpartisipasi dalam program CSR yang mendukung pembangunan daerah.
Vina menambahkan, inovasi juga menjadi salah satu poin penting dalam penilaian TJSLP Award. Salah satunya melalui penyelenggaraan Musrenbang CSR, yang menjadi terobosan pertama di Jawa Barat untuk menyelaraskan program CSR perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah.
Selain itu, Pemkab Bekasi telah mengembangkan sistem digitalisasi menu program CSR yang memudahkan perusahaan memilih program sesuai lokasi, pilar CSR, estimasi biaya, hingga pendekatan wilayah ring 1 perusahaan.
Hasil dari Musrenbang CSR sebelumnya, sebanyak 59 kegiatan pembangunan telah disepakati bersama 14 mitra CSR. Program tersebut mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga pelestarian lingkungan.
“Sebagian program sudah mulai direalisasikan, termasuk perbaikan sarana pendidikan dan rumah tidak layak huni,” pungkas Vina.
(*)










