BMKG Peringatkan Ancaman Gempa M6,9 Intai Kota Bekasi, Warga Diminta Waspada

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Komisi V, Sudjatmiko

i

Anggota DPR RI Komisi V, Sudjatmiko

BEKASI – Ancaman gempa bumi di Kota Bekasi kembali menjadi perhatian serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa wilayah ini memiliki potensi terdampak gempa kuat akibat aktivitas sesar aktif di Jawa Barat dengan magnitudo maksimum yang diperkirakan bisa mencapai 6,9.

Peringatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) yang digelar di Pondok Pesantren Maslakul Irfan, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan itu diikuti oleh BMKG, BPBD Kota Bekasi, perangkat daerah, perwakilan sekolah, hingga masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Dr. Teguh Rahayu (Ayu), menjelaskan Kota Bekasi berada pada kawasan yang berpotensi menerima dampak gempa dari Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat.

“Potensi kerusakan di wilayah Kota Bekasi tentunya cukup tinggi. Karena itu masyarakat, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh instansi terkait perlu memperkuat langkah mitigasi bencana,” ujar Ayu.

Menurutnya, gempa bumi tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerusakan.

“Kesiapsiagaan masyarakat harus terus ditingkatkan melalui kegiatan seperti Sekolah Lapang Gempabumi agar warga memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, Sudjatmiko, menilai program Sekolah Lapang Gempabumi merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Ia menegaskan edukasi mitigasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, hingga masyarakat.

Baca Juga :  Jelang Akhir Masa Jabatan, Pj. Wali Kota Bekasi Silaturahmi ke Kantor-Kantor Kecamatan

“Semakin banyak masyarakat memahami mitigasi gempa, maka risiko korban dapat ditekan. Karena itu kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan,” ujar Sudjatmiko.

Selain edukasi, Sudjatmiko juga menyoroti pentingnya memastikan bangunan di Kota Bekasi memenuhi standar keamanan terhadap gempa.

“Gedung-gedung yang sudah lama perlu dicek kembali kelayakannya. Sementara bangunan baru juga harus memenuhi standar yang berlaku agar lebih aman terhadap potensi bencana,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi melalui BPBD terus memperkuat program edukasi kebencanaan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita, mengatakan pihaknya secara rutin menggelar pelatihan kesiapsiagaan melalui program Eflash.

Program tersebut menyasar sekolah, kelompok masyarakat, hingga pusat perbelanjaan. Bahkan warga maupun instansi yang membutuhkan pelatihan dapat mengajukan permohonan agar tim BPBD memberikan simulasi langsung di lokasi.

Baca Juga :  Ultah Ke-1 Tahun, Sun Star Prima Motor Siliwangi Klaim Xpander Tetap Unggul

Tak hanya itu, BPBD juga melakukan pemantauan visual terhadap bangunan untuk memastikan tersedianya jalur evakuasi, rambu keselamatan, dan kondisi struktur bangunan yang dinilai penting saat terjadi gempa.

“Kami melihat kondisi bangunan secara kasat mata, seperti keberadaan kolom struktur dan rambu-rambu evakuasi. Tujuannya agar saat gempa terjadi, masyarakat sudah mengetahui jalur penyelamatan yang harus digunakan,” jelas Wiratma.

Dengan meningkatnya ancaman aktivitas sesar aktif di Jawa Barat, BMKG berharap seluruh elemen masyarakat tidak panik, namun semakin siap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi. Edukasi, latihan evakuasi, serta pembangunan yang memenuhi standar tahan gempa dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana di Kota Bekasi. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kursi Dirtek Tirta Patriot Memanas! DPRD Bekasi Minta Seleksi Transparan, Ini 3 Kandidat Terkuat
Wali Kota Bekasi Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas, Kini Cukup Satu Mobil Bersama Staf
Viral! Ratusan Warga Grudug Rumah H. Ajan, Desak Maju Lagi di Pilkades Cipayung 2026
900 Lansia Bekasi Unjuk Bakat, Pemkot Buktikan Usia Bukan Halangan untuk Tetap Berkarya
Malam 1 Muharram di Bekasi Pecah! 5.000 Warga Ikut Pawai, Tri Adhianto Soroti Kebersamaan
Pilkades Digital Siap Digelar di Kabupaten Bekasi, Hitung Suara Cuma 10 Menit!
Ibis Styles Bekasi Jatibening Punya Nobar Resmi dan Restoran 24 Jam, Internet Kini 300 Mbps
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:55 WIB

Kursi Dirtek Tirta Patriot Memanas! DPRD Bekasi Minta Seleksi Transparan, Ini 3 Kandidat Terkuat

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:35 WIB

Wali Kota Bekasi Pangkas Iring-Iringan Kendaraan Dinas, Kini Cukup Satu Mobil Bersama Staf

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:28 WIB

Viral! Ratusan Warga Grudug Rumah H. Ajan, Desak Maju Lagi di Pilkades Cipayung 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:24 WIB

900 Lansia Bekasi Unjuk Bakat, Pemkot Buktikan Usia Bukan Halangan untuk Tetap Berkarya

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WIB

BMKG Peringatkan Ancaman Gempa M6,9 Intai Kota Bekasi, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru