Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Sabtu (17/1/2026). Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan dapur SPPG harus dikelola secara profesional dan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) agar tujuan utama program benar-benar tercapai, yakni menekan angka stunting hingga nol atau zero stunting.
“Pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, tapi sejak masa kehamilan. Karena itu sasaran program ini bukan hanya anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan ibu menyusui,” kata Tri Adhianto saat peresmian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tri menyebut dapur SPPG menjadi bagian penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia Kota Bekasi ke depan. Menurutnya, literasi gizi harus dimulai sejak dini agar generasi mendatang tumbuh sehat dan berdaya saing.
“Ini adalah tongkat estafet penyiapan generasi emas. Pengelolaannya harus bertanggung jawab, sesuai standar, dan berorientasi pada kualitas gizi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dan berlapis dalam pelaksanaan program, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga peran aktif masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah potensi risiko, termasuk keracunan makanan.
“Tidak boleh ada orientasi mencari keuntungan. Yang utama adalah kualitas dan keamanan pangan. Menu dan pengelolaan gizi harus ditangani oleh ahli gizi yang kompeten,” tegas Tri.
Keberadaan dapur SPPG Jatibening Baru ini diharapkan tidak hanya memperkuat program pemenuhan gizi, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar serta menjadi contoh pengelolaan layanan publik dengan rules of the game yang jelas.
Pemkot Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus memperluas layanan pemenuhan gizi sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun generasi sehat dan bebas stunting. (*)









